AYOJAKARTA.COM - Kasus Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J sampai saat ini belum menemui titik terang.
Kamaruddin Simanjuntak bak pasrah saat melayangkan permohonan maafnya ke seluruh masyarakat Indonesia.
Kamaruddin Simanjuntak yang merupakan pengacara keluarga Brigadir J itu sudah terlihat tak lagi bersemangat saat mengurai perkembangan terbaru soal kasus Yosua.
Pasalnya, kasus pembunuhan kliennya ini belum bisa tuntas meski telah berusaha maksimal dengan mengorbankan baik materi, pikiran dan waktu, akan tetapi kasus ini masih jalan ditempat.
Dilansir AyoJakarta.com dari sebuah cuitan akun Twitter @arthaN38836243 terlihat sebuah video dimana “Kamaruddin Simanjuntak menangis, dan minta maaf. Pasalnya kasus Brigadir J tidak kunjung menemukan titik terang,” tulisnya.
“Sangat mengecewakan, tetapi saya betul-betul minta maaf, saya sudah berjuang dengan mengorbankan segalanya, baik pikiran materi maupun waktu. Saya membiayai semua perkara ini tetapi bukan bermaksud mengungkit-ungkit itu,” kata Kamarudin.
Perjuangan Kamaruddin Simanjuntak selama ini agar almarhum Brigadir J mendapat keadilan nyaris tak membuahkan hasil. Padahal ia sudah memberikan semuanya untuk pengusutan kasus Brigadir J.
Seperti diketahui, Kamaruddin Simanjuntak tak dibayar sepeserpun untuk menjadi kuasa hukum dari keluarga Brigadir J dalam kasus pembunuhan berencana yang dilakukan oleh Irjen Ferdy Sambo sebagai dalang dari otak pembunuhan tersebut.
Terkait permintaan maafnya tersebut, Kamaruddin Simanjuntak menyinggung peran presiden yang seolah tak mau berbuat sesuatu guna menuntaskan kasus Brigadir J.
Lantaran kelambatan proses hukum kasus pembunuhan Brigadir J ini tidak lepas dari sikap Presiden Joko Widodo yang menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada Polri.
Menurut pengacara ternama ini, Presiden tidak cukup hanya memberikan instruksi untuk membuka kasus ini seterang-terangnya termasuk kepada publik.
“Pasalnya Presiden tidak mau berbuat sesuatu maka pada akhirnya, kecuali hanya mengatakan empat kali buka seterang-terangnya memang kita akui dia mengatakan itu empat kali, dalam empat kali momen, dan perkara ini sudah jadi balilut pun prediksinya memang terjadi. Padahal saya katakan dulu, kalau saya yang menjadi penyidik setengah hari saya garansi (kasus) selesai. Tidak sampai seminggu dua minggu sampai ada tahap dua, itu dengan kecerdasan saya," ujarnya.
Baca Juga: Kamaruddin Simanjuntak Sebut Nama Bambang Pacul Jadi Alat Melobi Istana, Benarkah untuk Ferdy Sambo?
“Dalam kasus ini Presiden membiarkan Polri terjebak dalam lumpur itu dan pada akhirnya sampai detik ini mereka masih terjebak dan tidak bisa keluar,” ungkapnya.
“Kemudian saya juga mohon maaf atas nama keluarga, karena pak Samuel sebagai orang tua daripada almarhum Yosua sudah menyatakan sudah selesai bahwa anak saya tidak bisa kembali,” katanya.
“Saat saya ke Jambi, pak Samuel berpesan sudah cukup pak, kami sudah capek pak, kami mendengar aja capek demikian juga masayarakat bilang kami hanya mengikuti saja capek apalagi bapak yang melakukan katanya,” lanjutnya.
Kamaruddin Simanjuntak menjelaskan alasan yang membuat ia kecewa adalah kinerja Polri yang menurutnya lambat.
Selanjutnya, ia pun berpesan kepada seluruh masyarakat agar dapat belajar dari kasus ini dengan memilih pemimpin yang baik dan bertanggung jawab pada pemilihan umum 2024.
“Jadi saya hanya mengatakan kita harus selamatkan Indonesia ini melalui suatu tindakan yang tepat yaitu pada tahun 2024 pilihlah pemimpin yang baik dan benar yang bertanggung jawab supaya Indonesia ini bisa kita benahi bersama,meskipun saat ini kita kecewa,” di akhir katanya.***

Share this article
Pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak seakan pasrah dengan kasus kliennya yang hingga kini belum menemui titik terang.