AYOJAKARTA.COM- Platform e-commerce Blibli dikelola dan dioperasikan oleh PT Global Digital Niaga kini marak kasus kebocoran dan pencurian data membuat Blibli mengambil langkah segera untuk mengantisipasi adanya kebocoran data.
Sehingga Blibli bergerak dalam meningkatkan sistem keamanan perlindungan data konsumen dengan menerapkan Computer Security Incident Response Team (CSIRT).
CSIRT yakni merupakan sistem Manajemen Keamanan informasi untuk melindungi data konsumen. Langkah yang dilakukan oleh Blibli yakni dengan menyempurnakan sistem keamanan yang orientasikan pada kepuasan pelanggan.
Blibli berkomitmen untuk memastikan bahwa privasi konsumen dilindungi dan kebijakan Privasi ini diambil dengan meliputi proses perolehan, pengelolaan, penggunaan, yang terhubung dengan standarisasi dari sistem keamanan menurut peraturan perundang-undangan di Indonesia.
Sistem Manajemen Keamanan informasi untuk melindungi data konsumen yang dilakukan Blibli telah mendapatkan sertifikasi sejak 2013 yakni ISO/IEC 27001:2013, sertifikasi tersebut sudah berstandar Internasional.
Metode yang digunakan yaitu dengan menerapkan keamanan informasi, manajemen risiko, dan kepatuhan di berbagai jaringan keamanan informasi.
Atas Standarisasi sertifikasi internasional tersebut menobatkan Blibli sebagai platform e-commerce pertama di Indonesia yang mengaplikasikan Computer Security Incident Response Team (CSIRT) sebagai standar mekanisme penanganan siber.
Baca Juga: Shopee Indonesia Merugi Rp 13,9 Triliun, PHK Massal Dilakukan, Begini Nasib Karyawan dan Mitranya
"Publik semakin memfokuskan keamanan data seiring dengan meningkatnya literasi digital. Kami berinisiatif untuk memutakhirkan sistem cyber security dengan diperolehnya sertifikasi keamanan data ini untuk melindungi data para pelanggan yang bertransaksi melalui Blibli,” ujar CEO Blibli, Kusumo Martanto Rabu (14/9). Dikutip Ayojakarta.com dari Suara.com.
Hal tersebut seiring dengan maraknya kasus pembocoran dan pencurian data, hingga membuat masyarakat peduli dengan meningkatkan literasi terhadap perlindungan data siber.
Sehingga, ini merupakan salah satu bentuk upaya yang dilakukan Blibli untuk peduli terhadap keamanan dari pada data pengguna konsumen.
Baca Juga: BERITA TERBARU! 26 Juta Data Diduga Identitas Polri Dijual di Breached Forum, Bukan Bjorka Pelakunya
Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan peningkatan dalam kemampuan sumber daya manusianya untuk mampu mengatasi berbagai ancaman keamanan siber, Rendra menjelaskan bahwa Blibli juga mengadakan pelatihan sebagai upaya dalam meningkatkan kemampuan dari Sdmnya.
"Kami juga berikan bermacam pelatihan serta sertifikasi untuk memastikan sumber daya manusia kami lihai dalam menciptakan proses untuk pengamanan aplikasi, jaringan dan semua sistem komputer dari berbagai ancaman keamanan siber,” ujar Rendra.
Dirinya juga tidak lupa untuk mengajak para pengguna agar tetap bijak dalam mengelola dan menjaga data pribadi dari berbagai jaringan.
Selain itu ia juga menambahkan bahwa penjagaan dan keamanan dari data privasi tidak hanya tanggung jawab dari pemerintah dan pengelola layanan fitur jaringan lainya namun juga para pengguna untuk bersama menjaga keamanan data privasi tersebut.***

Share this article
Sistem Manajemen Keamanan informasi untuk melindungi data konsumen yang dilakukan Blibli telah mendapatkan sertifikasi sejak 2013.