AYOJAKARTA.COM – Kasus meninggalnya satu keluarga di Kalideres hingga kini masih menjadi misteri.
Pasalnya keluarga yang tewas di Kalideres ini diketahui jarang bergaul dengan masyarakat sekitar.
Bahkan, mereka juga jarang berkomunikasi dengan kerabat luar melalui hanphone.
Hal ini tentu menyebabkan pihak kepolisian sulit mengungkap penyebab satu keluarga tersebut tewas.
Akan tetapi, pihak kepolisian terus melakukan penelurusan penyebab kematian satu keluarga tersebut melalui handphone milik korban.
Melalui ponsel yang dimiliki oleh keluarga di Kalideres, polisi mengulik satu persatu orang yang pernah berkomunikasi dengan korban.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal Youtube KompasTV, polisi menemukan dua handphone milik korban.
Kedua handphone tersebut digunakan oleh empat orang dalam keluarga tersebut.
Berdasarkan pemeriksaan pada dua ponsel milik korban, diketahui ada komunikasi satu arah.
Komunikasi satu arah tersebut terjadi antar handphone.
Baca Juga: Ingat dan Catat! Inilah Daftar Bantuan Sosial yang Masih Akan Diterima KPM hingga Akhir Tahun 2022
Jika dilihat dari handphone tersebut, terdapat komunikasi satu arah yang intens.
Akan tetapi, komunikasi satu arah tersebut terjadi dengan kata-kata yang kurang baik.
Kombes Hengki Haryadi menegaskan bahwa satu keluarga tersebut hanya menggunakan dua handphone.
“Jadi di rumah itu sekali lagi hanya dua hp, tetapi ada komunikasi yang intens antara hp ini ke hp ini, ini intens dan satu arah tidak dibalas, jadi satu arah isinya adalah emosi negative,” tegasnya.
Kombes Hengki Haryadi kemudian menambahkan bahwa nantinya aka nada penelitian secara psikologis.
“Secara psikologis juga akan diteliti kira-kira apa latar belakang dari pada korban-korban ini,” tambahnya.
Baca Juga: Bebas Kepentingan dan Objektif dalam Memberi Kesaksian, Adzan Romer Naik Tahta Menjadi Saksi Mahkota
Meskipun isi komunikasi tersebut berkonotasi negatif, Kombes Hengki Haryadi menyebut bahwa korban adalah orang yang berpendidikan.
“Sebagaimana yang kami sampaikan kemarin ini kata-katanya sangat terlihat bahwa ini berpendidikan dari bahasa Inggris sifatnya emosi,” sebutnya.
Selain itu, polisi nantinya akan menelusuri pihak-pihak yang pernah berkomunikasi dengan para korban.
Salah satu pihak yang nantinya akan ditelusuri oleh kepolisian adalah mereka yang pernah terlibat dalam transaksi jual beli dengan korban.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami motif satu keluarga tewas di Kalideres.
Kasus ini akan diusut oleh kepolisian dengan melibatkan dokter forensik.***

Share this article
Kombes Hengki Haryadi menegaskan bahwa satu keluarga tersebut hanya menggunakan dua handphone. Namun pihak kepolisian menemukan kejanggalan