AYOJAKARTA.COM - Tambang batu bara yang berlokasi di PT Nusa Alam Lestari (NAL) Parambahan, Desa Salak, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat tersebut diketahui meledak sekitar jam 09.00 wib.
Sementara itu untuk memantau perkembangan terkini dalam evakuasi korban ledakan tambang tersebut, kepala basarnas Padang mengatakan bahwa korban ledakan tambang sekitar 14 orang.
"Sebelum total itu ada 12, namun berkembang menjadi 14 orang, "ungkap Abdul Malik, kepala Basarnas Padang yang dikutip pada tayangan kompastv, Jumat (9/12/22).
Baca Juga: 5 Ciri-ciri Lowongan Kerja Ke Luar Negeri Palsu yang Bisa Merugikan Diri Sendiri
Baca Juga: Kakak Richard Eliezer Buka Suara Bilang Takut Ada Ancaman: Tolong Bebaskan Adikku!
Baca Juga: Ini Dia 5 Olahraga Mudah yang Dapat Kita Lakukan di Rumah, Yuk Dicoba!
"Dengan catatan 9 orang meninggal dunia, 2 luka bakar, 2 dalam keadaan selamat dan berada di lokasi, 1 orang masih dalam pencarian, " lanjut nya.
Adapun penyebab ledakan tambang batu bara ini berasal dari gas metan atau hidrokarbon yang terjadi disaat para pekerja tambang melakukan tambang.
Selain itu untuk evakuasi korban juga sangat sulit karena kedalam lubang 281 M, tapi mereka terjebak pada kedalam 200 M.
Selanjutnya kendala yang dihadapi saat mencari korban itu harus punya kesiapan yang matang agar bisa menemukan korban yang hilang di kedalaman 200 M lebih ini. ***

Share this article
Sementara itu untuk memantau perkembangan terkini dalam evakuasi korban ledakan tambang tersebut, korban ledakan tambang sekitar 14 orang.