AYOJAKARTA.COM-- Motif pelecehan seksual terus digaungkan oleh pihak Ferdy Sambo melalui peran penting dari Putri Candrawathi.
Meskipun motif pelecehan bukan lagi prioritas dari kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua, namun peristiwa di Magelang masih menyisakan seribu tanda tanya.
Hingga kini hanya Putri dan almarhum Yosua yang benar-benar mengetahui apa yang terjadi saat berada di Magelang, termasuk soal dugaan adanya pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi.
Baca Juga: Terkuak Deretan Fakta Sidang Kasus Ferdy Sambo, Benarkah Sudah Direncanakan dengan Rapi?
Jaksa menyebutkan bahwa Ferdy Sambo sempat meminta kepada Putri untuk membuat laporan polisi di Polres Metro Jakarta Selatan terkait adanya dugaan pelecehan seksual yang dialaminya.
Ferdy Sambo pun mengaku bahwa dirinya dalam kemarahan yang besar karena adanya pelecehan itulah yang membuatnya buta dan mendasari perbuatannya kepada Yosua.
Baca Juga: Putri Candrawathi Disebut Ikut Arisan Brondong, Kalau Menang Bisa 'Berhubungan' dengan Lelaki Muda
"Saya sangat menyesal saat itu saya tidak mampu mengontrol emosi dan tidak jernih berpikir. Diawal dari persidangan ini saya ingin menyampaikan bahwa peristiwa yang terjadi adalah akibat dari kemarahan saya atas perbuatan anak bapak kepada istri saya, itu yang akan saya sampaikan nanti akan dibuktikan di persidangan." ujar Ferdy Sambo seperti dikutip dari kanal Youtube Kompas TV pada Kamis (17/11/2022) kala dihadapkan dengan kedua orangtua Brigadir J.
Namun, berbeda dengan keteranganya hingga saat ini pihaknya tidak mampu menghadirkan bukti ataupun saksi yang menguatkan adanya peristiwa pelecehan itu terjadi.
Baik saksi ART Susi, terdakwa Richard Eliezer, terdakwa Ricky Rizal hingga terdakwa Kuat Maruf menyebutkan dalam keterangannya di persidangan bahwa tidak tahu menahu hingga membantah adanya peristiwa itu terjadi.
Lantas apa yang dicari dan digali oleh pihak Ferdy Sambo yang terus saja mengungkit soal pelecehan seksual yang dilakukan Yosua kepada Putri Candrawathi?.
Benarkah Putri Candrawathi berperan penting untuk membebaskan Ferdy Sambo dari jeratan hukum?.
Menurut Psikolog Forensik, Reza Indragiri soal peristiwa pelecehan seksual pada kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua itu hanyalah alibi dari Ferdy Sambo.
Reza Indragiri bahkan mengungkapkan dan meyakini bahwa peristiwa yang disebut-sebut itu (pelecehan seksual) tidak pernah terjadi.
"Dalam dakwaan tampaknya bertitik awal dari sebuah peristiwa yang disebut-sebut sebagai pelecehan seksual yang konon dilakukan oleh mendiang Brigadir Yosua terhadap Putri Candrawathi, hingga saat ini saya terus terang masih belum teryakinkan adanya peristiwa pelecehan seksual tersebut. Bahkan saya beranggapan tidak ada kontak seksual," kata Reza.***

Share this article
Putri Candrawathi kekeh mengaku menjadi korban pelecehan, padahal tak ditemukan bukti atau saksi, hingga psikolog forensik katakan hal ini