AYOJAKARTA.COM--Terdakwa Ferdy Sambo CS sedang menjalani proses persidangan terkait kasus pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Para tersangka dalam kasus pembunuhan Berencana Brigadir J yakni Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada E, Kuat Maruf , dan RR sudah melewati 3 pekan persidangan.
Baca Juga: Makin Jelas! Ini Fakta Terbaru Ferdy Sambo yang Terkuak di Sidang Pembunuhan Berencana Brigadir J
Mereka dihadapkan dengan sejumlah fakta dan keterangan para saksi yang dihadirkan majelis hakim.
Keluarga Brigadir J, pun sudah dihadirkan untuk didengar kesaksiannya, serta bertatap langsung dengan para tersangka.
Kelima tersangka sempat menyampaikan permhonan maaf kepada keluarga Brigadir J yang hadir dalam persidangan.
Baca Juga: Momen Kedekatan Rosti Simanjuntak dengan Kekasih Brigadir J, Pertanda Lampu Hijau Untuk Reza?
Tak hanya orangtua Brigadir J, namun ada juga adik Brigadir J, kekasih Brigadir J yakni Vera Simanjutak hingga tante-tante Brigadir J.
Namun, ketika hadir dalam sejumlah persidangan yang menghadirkan para tersangka keluarga Brigadir J mengungkap adanya sebuah kejanggalan.
Baca Juga: Kebenaran Arka Anak Bungsu Ferdy Sambo Masih Dipertanyakan, Susi Dikritik Karena Ini!
Kejanggalan itu, diungkap tante Brigadir J yang bernama Roslin Emika Simanjutak dalam wawancara bersama Rosi Silalahi yang diunggah kanal youtube KompasTV Kamis (3/11/2022).
Menurut Roslin, ketika keluarga Brigadir J menjadi saksi dalam persidangan Bharada E, mereka diperlakukan biasa saja. Tak ada prosedur keamanan yang ketat.
Mereka tetap diperbolehkan membawa tas, dan juga Handphone mereka.
Baca Juga: Pernyataan Daden Bikin Susi Art Ferdy Sambo Cabut Kesaksiannya Soal Anak Bungsu Putri Candrawathi
"Namun masuk di persidangan Putri Candrawathi, dan Sambo, diperiksa semua. Hp-Hp kita, tas tidak boleh dibawa ke ruang sidang." terang Roslin.
Bahkan barang-barang mereka harus dicek menggunakan metal detektor. Hal ini hanya berlaku pada persidangan yang menghadirkan Ferdy Sambo dan putri Candrawathi.
Baca Juga: Pertanyaan Kuasa Hukum Ferdy Sambo Dinilai Tidak Logis, Ayah Brigadir J : Saya Merasa Lucu!
"Perbedaanya ketika kita masuk di sidang kesaksian Eliezer (Bharada E), tas kita tidak diperiksa. Apa yang kita bawa tidak dimasukkan ke metal detector, tapi saat Sambo dan PC tidak boleh. Dan setelah sidang RR dan Kuat Maruf, tas kita boleh dibawa juga, "lanjut Roslin.
Perbedaan persidangan dan prosedur keamaan ini sempat membuat keluarga besar Brigadir J khawatir. Sebab hal ini menguak masih besarnya pengaruh dan relasi kekuasaan Ferdy Sambo.
Berbanding terbalik dengan posisi mereka yang hanya keluarga dari korban, yang notabene merupakan ajudan Ferdy Sambo.
Namun, kata Roslin tak ditemukan jawaban atas perbedaan perlakukan dalam persidangan Ferdy Sambo dan tersangka lainnya itu.
Mereka pun hanya bisa saling menguatkan di dalam ruang persidangan,"kami hanya bisa bertanya, mengapa ada perbedaan terdakwa satu dengan yang lainnya. Di situ kami melihat, di dalam ruangan, kami saling menguatkan. Jangan sampai takut, pelototin itu tersangka, "tandas Roslin.
Akhirnya usai melihat tersangka Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi langsung di persidangan, keluarga Brigadir J mengaku merasa lega dan puas.
Mereka bisa melihat sosok pembunuh anak, keponakan mereka langsung, dan menyampaikan isi hati mereka.
"Iya Kami merasa puas langsung tatap muka sama PC dan si Sambo, tanpa ada perantara gitu berhadapan muka. Kami siap menantang dia di persidangan, meminta pertanggungjawaban langsung PC. Apa penyebab dia membunuh anak kami secara sadis begitu dan mengorbankan banyak orang, "tandas Rohani Simanjutak yang turut mendampingi oslin Simanjutak dalam acara Rosi tersebut.

Share this article
terungkap kejanggalan dalam persidangan Ferdy Sambo yang diungkap Keluarga Brigadir J saat hadir dan diperiksa sebagai saksi