AYOJAKARTA.COM--Selasa 1 November 2022 merupakan kali pertama pertemuan antara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi dengan kedua orang tua Almarhum Brigadir J.
Menguak Perbedaan Permintaan Maaf Bharada E, Ferdy Sambo, Putri Candrawathi serta Reaksi Orangtua Brigadir J

Netizen menyoroti permintaan maaf Ferdy Sambo dan Putri Candrawati ke orang tua Brigadir J
Pada hari itu Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi menyampaikan permintaan maaf kepada orang tua almarhum secara terpisah.
Sebelumnya pada tanggal 25 Oktober 2022, Bharada E telah meminta maaf kepada Bapak dan Ibu Almarhum Yosua.
Secara langsung Richard Eliezer meminta maaf kepada orang tua Almarhum Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat dengan bersimpuh di hadapan keduanya.
Eliezer mencium tangan Ibunda almarhum dan memegang kedua tangannya seraya mengucapkan beberapa patah kata.
Ibu dari Brigadir J pun tampak mengangguk pada pertemuan mereka dalam ruang persidangan itu.
Anggukan dan respon yang diberikan oleh Ibu almarhum seperti menyiratkan bahwa ia menerima permintaan maaf dari Bharada E.
Tepat seminggu kemudian, giliran mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi yang meminta maaf kepada kedua orang tua almarhum Yosua.
Isi lengkap dari permintaan maaf Ferdy Sambo adalah sebagai berikut:
"Terimakasih Yang Mulia.
Bapak dan Ibu Yosua,
saya sangat memahami perasaan bapak dan ibu.
Saya mohon maaf atas apa yang telah terjadi.
Saya sangat menyesal.
Saat itu saya tidak mampu mengontrol emosi dan tidak jernih berpikir.
Di awal, lewat persidangan ini,
saya ingin menyampaikan
bahwa peristiwa yang terjadi adalah akibat dari kemarahan saya atas perbuatan anak bapak kepada istri saya.
Itu yang harus saya sampaikan dan nanti akan dibuktikan di persidangan.
Saya yakini bahwa saya telah berbuat salah dan saya akan bertanggung jawab secara hukum."
Di awal pembacaan permintaan maafnya, Ferdy Sambo terlihat datar. Namun beberapa saat kemudian FS memperlihatkan ekspresi marah.
Reaksi Ayahanda dari Almarhum Yosua terlihat tenang, hampir sama seperti ketika Bharada E bersimpuh di hadapannya.
Sangat berbeda dengan ibunda Almarhum Brigadir J yang terlihat gelisah memutar tubuhnya ke kanan dan kiri seperti menahan emosi.
Ucapan permintaan maaf dari Putri Candrawathi adalah yang paling panjang di antara permintaan maaf Bharada E,dan Ferdy Sambo.
Baca Juga: Fakta Baru Pembunuhan Brigadir J, Putri Candrawathi Kaget Saat Disebut Tembak Ajudan Ferdy Sambo
"Mohon izin Yang Mulia,
mohon izin Jaksa Penuntut Umum,
izinkan saya atas nama keluarga menyampaikan turut berduka cita kepada Ibu dan Bapak Samuel Hutabarat beserta keluarga atas berpulangnya Ananda Brigadir Yosua Hutabarat dan semoga almarhum diberikan tempat yang terbaik oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.
Ibu dan Bapak Samuel Hutabarat dan keluarga,
kita sebagai manusia hanya bisa mengembalikan setiap jalan kehidupan kita ini yang adalah kehendak dan rahasia dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
'
Baca Juga: Sidang Lanjutan Kuat Ma’ruf dan Ricky Rizal, Rosti Simanjuntak : Sangat Luar Biasa Skenarionya!
Saya dan Bapak Ferdy Sambo tidak sedetik pun menginginkan kejadian seperti ini terjadi dalam kehidupan keluarga kami, yang membawa duka dan luka yang dalam di hati saya dan keluarga.
Saya juga sebagai seorang ibu, bisa merasakan bagaimana duka yang dalam di hati Ibu sebagai ibunda dari Yosua, yang mengalami kehilangan seorang anak yang adalah napas kehidupan.
Untuk itu, dari kerendahan hati yang dalam, saya mohon maaf untuk Ibunda Yosua beserta keluarga atas peristiwa ini.
Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa membuka dan menguatkan hati Ibu dan Bapak Samuel Hutabarat beserta keluarga.
Tuhan Yesus memberkati dan menyertai Ibu dan Bapak Samuel beserta keluarga.
Dan saya siap menjalankan sidang ini dengan ikhlas dan ketulusan hati saya agar seluruh peristiwa yang terjadi dapat terungkap.
Terima kasih".
Di tengah pembacaan ucapan permintaan maaf tersebut, PC terlihat mulai menangis dan suaranya terdengar bergetar.
Tidak ada ekspresi marah pada wajah PC, tidak seperti ekspresi FS di akhir pembacaan tulisan permintaan maaf miliknya.
Baca Juga: Putri Candrawathi yang Pertama Kali Minta Nomer Reza Adik Brigadir J, Wibawa Istri Jenderal Disorot
Ibunda almarhum pun menunjukkan ekspresi sedih saat mendengar kata-kata PC.
Rosti Simanjutak mulai menangis dan mengambil tisu di tengah-tengah pembacaan permintaan maaf PC. Ia melepas kacamata yang Ia kenakan dan mengusap kedua matanya.
Kali ini reaksi Samuel Hutabarat adalah diam dengan tatapan mata yang kosong. Kemudian Samuel mulai menundukkan kepalanya seperti sedih dan berduka dalam. ***
Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih
cepat
Share this article
Berikut perbedaan cara meminta maaf antara Bharada E , Ferdy Sambp dan Putri Candrawathi serta reaksi orangtua Brigadir J di persidangan