AYOJAKARTA.COM - Gaji guru honorer dan P3K menjadi persoalan tinggi yang perlu dibenahi oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim.
Mengatasi persoalan tersebut memanglah tidak mudah, usaha dan program dengan anggaran yang besar terus diupayakan untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia.
Namun hal tersebut belum bisa mengubah pendidikan di Indonesia baik untuk guru maupun siswa.
Hal itulah yang membuat Anggota Komisi X DPR RI Anita Jacoba Gah mengkritik Nadiem Makarim.
Ia menganggap belum juga adanya perkembangan terkait pendidikan di Indonesia.
Anita Jacob mengungkapkan kekesalannya pada saat rapat kerja bersama Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Senin (26/9/2022).
Anita mengatakan bahwa sampai saat ini masih banyak guru yang belum mendapatkan gaji dengan layak.
“Sampai hari ini pak, masih banyak guru-guru yang menangis, kapan kami terima gaji kami makan apa ini," kata Anita, dalam tayangan YouTube Komisi X DPR RI Channel.
“Dengerin itu dong pak Menteri," pungkasnya.
Pada pertemuan dengan negara-negara PBB, Menteri Pendidikan Indonesia mengungkapkan telah membentuk 400 tim bayangan.
Baca Juga: Istri Kelima Soekarno Keceplosan Soal Rencana Saat Peristiwa G30S PKI : Bapak Juga Ada Disini
Namun hal tersebut tidak lantas bisa membuat wanita kelahiran NTT ini bangga khususnya rakyat Indonesia.
“Anda boleh bangga ditepuk tangan PBB, tapi bagi kami tidak, kami tidak bangga sama sekali," ungkap Anita.
Hal tersebut karena belum berpengaruh pada dunia pendidikan di Indonesia.
“Pertanyaannya, tim bayangan yang anda banggakan di sana itu apa dampak positifnya apa energi positifnya untuk Indonesia," ucap Anita
Baca Juga: Cara Agar WhatsApp Terlihat Offline, Mudah Banget Tanpa Ketahuan Online di WA
Dengan adanya tim bayangan tersebut, Anita Jacob mengungkapkan bahwa sampai saat ini pun masih banyak persoalan di daerah 3T (terluar, tertinggal, terdepan) yang belum terselesaikan.
Anggota komisi X DPR RI pun meminta data realisasi APBN serta data program kerja, karena anggaran dana telah disalurkan namun belum adanya perubahan.
Selain itu Anita juga meminta data tersebut secara terbuka tanpa ada yang ditutup-tutupi.
Komisi X DPR RI juga meminta agar Menteri Pendidikan kita lebih memperhatikan persoalan pendidikan di Indonesia, yang menyangkut dana pendidikan, gaji guru, tunjangan profesi guru, serta anak miskin atau mahasiswa miskin.
Baca Juga: Permohonan Bandingnya Ditolak, Ferdy Sambo Gugat Hasil Sidang Kode Etik
“Pertanyaan Saya, tahu nggak Pak Menteri, kira-kira berapa lagi anak miskin yang belum mendapat PIP?," ucap Anita.
“Kira-kira berapa banyak lagi anak mahasiswa miskin yang belum dapat KIP," sambungnya.***

Share this article
Anggota Komisi X DPR RI Anita Jacoba Gah mengkritik Nadiem Makarim, sebut tak layar mendapatkan tepuk tangan.