AYOJAKARTA.COM - Nama Jim Geovedi mulai naik karena kemunculan hacker yang menghebohkan publik belakangan ini bernama Bjorka yang sudah menyebarkan data pribadi milik para pejabat penting di Tanah Air.
Pasalnya beberapa waktu lalu, Bjorka bahkan mengklaim bahwa dia bisa saja membocorkan data rahasia seluruh instansi pemerintahan termasuk Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Dikutip dari beberapa sumber, Jim Geovedi adalah pria berusia 43 tahun yang lahir pada 28 Juni 1979 di Bandar Lampung.
Baca Juga: Siapa Effendi Simbolon yang Diburu TNI? Simak Profil Agama hingga Anak-Istri
Diketahui Jim Geovedi berprofesi sebagai seorang pakar keamanan teknologi informasi ternama dari Indonesia yang berfokus pada penemuan celah keamanan komputer dan jaringan dengan kekhususan sistem telekomunikasi maupun satelit.
Sebelumnya Jim Geovedi pernah meretas dua satelit Indonesia dan China milik para kliennya. Ia diminta untuk menguji sistem keamanan kontrol satelit dan melihat adanya kemungkinan untuk menggeser atau mengubah rotasinya.
Saat itu ia sempat menggeser orbit satelit Cina dan membuat kliennya panik karena agak sulit mengembalikan orbit suatu satelit. Dengan bahan bakar ekstra, satelit tersebut akhirnya berhasil dikembalikan ke jalurnya.
Tetapi untuk satelit Indonesia, Geovedi mengaku hanya mengubah rotasinya saja. Saat ini ia menetap di London dan sering diwawancarai tentang sistem keamanan satelit, keamanan perbankan, dan penegakan hukum.
Sementara itu latar belakang pendidikan Jim Geovedi, setelah lulus SMA dirinya menggeluti kesibukan sebagai seniman grafis di Bandar Lampung.
Hingga akhirnya ia dikenalkan dengan komputer dan internet oleh seorang pendeta, kemudian ia mulai belajar secara otodidak dan menelusuri ruang obrolan para peretas ternama dunia.
Tahun 2001, Geovedi mendirikan C2PRO Consulting, perusahaan konsultan TI umum untuk lembaga pemerintahan. Ia mendirikan dan mengoperasikan perusahaan konsultan keamanan TI Bellua Asia Pacific, dan pada tahun 2004, yang kemudian berubah nama menjadi Xynexis International.
Ketika sistem telekomunikasi nirkabel baru masuk Indonesia tahun 2003, Geovedi sudah diminta menjadi pembicara di Kuala Lumpur tentang bahaya sistem tersebut. Lalu pada tahun 2004, ia diminta Komisi Pemilihan Umum untuk mencari tahu pelaku penjebol pusat data penghitungan suara pemilu dan berhasil.
Ia diketahui tinggal di Inggris demi menekuni pekerjaannya sebagai ahli komputer. Selain itu Geovedi juga seorang DJ dan produser musik profesional.
Lantaran terkait tudingan tersebut, Jim Geovedi akhirnya buka suara lewat unggahan akun Twitternya.
Jim Geovedi hanya membalas tudingan tersebut dengan mengunggah sebuah gambar anjing yang panik, dan ada video yang bertuliskan, “Kemkominfo, BSSN, Polri di tengahnya ada HEKER dan terakhir tulisannya FIREWALL SOC/NOC OSINT, “this is the way!.”
Dan terakhir ia menyematkan cuitannya dengan gambar bertuliskan, “Ya ndak tahu kok tanya saya” di akun @geovedi pada Jumat, 16 September 2022.***

Share this article
Nama Jim Geovedi mulai naik karena kemunculan hacker yang menghebohkan publik belakangan ini bernama Bjorka.