AYOJAKARTA.COM—Viral video penimbunan beras Bantuan Presiden di kawasan Kampung Serap, Sukmajaya, kota Depok yang diduga dilakukan oleh oknum PT JNE langsung direspon perusahan ekspedisi tersebut.
Diketahui video viral itu awalnya diunggah oleh akun instragram @andreLi_48, Minggu 31 Juli 2022.
Dalam narasi video tersebut ditulis, Bansos Presiden yang harusnya dibagikan ke rakyat yang membutuhkan, ditemukan terpendam.
Timbunan Bansos yang berupa beras dalam karung itu ditemukan Ahli Waris Muhamad Rudi Samin di lahan Serap Depok.
Diperkirakan sebanyak 1 ton beras dipendam oleh PT JNE karena perusahaan itu menggunakan lahan milik Muhamad Rudi.
Atas berita yang beredar luas, PT JNE pun langsung memberikan klarifikasinya.
Dikutip dari akun @infojawabarat, Minggu 31 Juli 2022, JNE memberikan surat tertulis terkait penjelasan Bansos tersebut.
Baca Juga: 6 Tradisi Unik Sambut 17 Agustusan di Berbagai Daerah di Indonesia
Dalam keterangan tertulis yang diterima @infojawabarat, Minggu, 31 Juli 2022, JNE secara tersirat mengakui mengubur beras Bansos presiden tersebut.
“Terkait dengan pemberitaan temuan beras bantuan sosial di Depok, tidak ada pelanggaran yang dilakukan, karena sudah melalui proses standar operasional penanganan barang yang rusak sesuai dengan perjanjian kerjasama yang telah disepakati oleh kedua belah pihak, “ungkap Eri Palgunadi, VP of Marketing JNE dalam keterangan tertulis tersebut.
Hingga kini, belum diketahui secata detail jumlah Beras Bansos yang dipendam tersebut, dan kerusakan yang dialami sehingga harus dipendam dalam tanah di lahan yang cukup luas.***

Share this article
Dalam keterangan tertulis Minggu, 31 Juli 2022, JNE secara tersirat mengakui mengubur beras Bansos presiden tersebut