AYOJAKARTA.COM - Sejumlah negara di Benua Afrika saat ini terjadi peningkatan kasus cacar monyet atau Mpox.
Peningkatan Mpox paling banyak terjadi di negara yang terjangkit cacar monyet Republik Demokrat Kongo.
Hal ini ternyata menyebar ke sejumlah negara Afrika lain yang baru pertama kali melaporkan adanya Mpok. Seperti Burundi, Uganda, Rwanda dan Kenya.
Situasi ini membuat WHO menetapkan Mpox sebagai Public Health Emergency of International Concern sejak 14 Agustus 2024 lalu.
Dilansir Ayojakarta dari Instagram @kemenkes_ri, Rabu 21 Agustus 2024, terhitung sejak 2022 hingga saat ini Mpox sudah melanda 116 negara.
Selama periode 2022 hingga Juni 2024, kasus Mpx diestimasi sudah mencapai 99.176 kasus dengan 208 kematian.
Hingga Juni 2024, dikonfirmasi ada 934 kasus baru dengan 4 kematian.
Baca Juga: Kenali Gejala Mpox yang Telah Ditetapkan Sebagai Kedaruratan Kesehatan
Kasus baru tersebut dilaporkan paling banyak dari wilayah Afrika (61%), Amerika (19%) dan Eropa (11%).
Di Indonesia sendiri, sejak 2022 hingga 2024 ditemukan ada 88 kasus Mpox.
Paling banyak yang terkonfirmasi di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Kepulauan Riau dan DIY.
Sejumlah kewaspadaan langsung dilakukan di pintu negara :
Baca Juga: Waspada Penularan Virus Mpox di Tahun 2024, Begini Kata Kemenkes
- Pengawasan pelaku perjalanan khususnya dari negara terjangkit. Berupa pengamatan suhu serta tanda dan gejala mengarah ke Mpox, seperti ruam kulit dan lesi.
- Jika pelaku perjalanan terkonfirmasi Mpox setelah mengikuti mass gathering, oleh otoritas kesehatan perlu notifikasi ke EO untuk melakukan komunikasi risiko ke partisipan.
- Jika ada suspek Mpox, langsung dirujuk ke RS rujukan.
- Koordinasi dilakukan dengan maskapai untuk melakukan identifikasi kontak erat, termasuk ke penumpang dari daerah yang sama dengan kasus.***

Share this article
Wajib waspada menyebarnya virus Mpox, hindari mendatangi negara yang terjangkit cacar monyet berikut ini.