AYOJAKARTA.COM - Penularan virus Mpox (MPXV) terus menjadi perhatian penting, terutama dalam hal penyebaran dari manusia ke manusia.
Virus Mpox ini dapat ditularkan melalui kontak erat dengan cairan tubuh, lesi kulit dari orang yang terinfeksi, atau kontak tidak langsung dengan benda-benda yang terkontaminasi, termasuk melalui droplet.
Informasi ini dikutip oleh Ayojakarta.com dari laman resmi Kemenkes (20/08/2024).
Plh. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, dr. Yudhi Pramono, MARS, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap penularan virus Mpox.
Baca Juga: Heboh Virus Mpox Mulai Mewabah di Indonesia, Seperti Ini Gejala dan Cara Penularannya
Salah satu cara penularan yang harus diwaspadai adalah melalui kontak langsung kulit ke kulit atau membran mukosa, termasuk saat melakukan kontak se*****.
Risiko penularan meningkat terutama dalam kondisi kontak erat yang lama, seperti pada anggota keluarga yang tinggal serumah dengan individu yang terinfeksi.
Yudhi menekankan pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta perilaku se**** yang sehat.
"Kepada masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta perilaku se***** yang sehat seperti tidak berganti-ganti pasangan atau perilaku se** sesama jenis," ujarnya.
Baca Juga: PKB Gabung KIM Plus, Harapan Anies Baswedan di Pilgub Jakarta Lenyap? Ini Kata Jubirnya!
Berdasarkan laporan “Technical Report Mpox di Indonesia Tahun 2023” yang diterbitkan Kemenkes pada 2024, gejala utama yang sering dilaporkan pada kasus konfirmasi Mpox meliputi lesi, demam, ruam, dan pembengkakan kelenjar getah bening (limfadenopati).
Durasi kesembuhan pasien Mpox bervariasi, dengan masa pemulihan berkisar antara 2 hingga 4 minggu. Periode penyakit paling singkat adalah 14 hari dari timbulnya gejala pertama.
Untuk mencegah dan merawat pasien Mpox, Kementerian Kesehatan telah mengupayakan pemenuhan vaksin dan obat-obatan, termasuk antibiotik.
Sebagian besar kasus Mpox di Indonesia diberikan terapi suportif dan simtomatis, serta perawatan dan isolasi, baik di rumah sakit maupun isolasi mandiri.
Pada tahun 2023, vaksinasi Mpox telah dilakukan bagi kelompok berisiko tinggi terhadap 495 sasaran.
Pada tahun 2024, pemerintah sedang menyiapkan 4.450 dosis vaksin untuk 2.225 individu dengan dua dosis per orang.***

Share this article
Virus ini ditularkan melalui kontak erat dengan cairan tubuh, lesi kulit dari orang yang terinfeksi, atau kontak tidak langsung.