Tegas akan Ajukan PK Setelah Jessica Wongso Bebas Bersyarat, Otto Hasibuan Ungkap Alasan Kuat: Ada Kejanggalan di Persidangan?

Jessica Wongso dan Otto Hasibuan berencana akan mengajukan PK (Peninjauan Kembali) ke tingkat Mahkamah Agung.
Jessica Wongso dan Otto Hasibuan berencana akan mengajukan PK (Peninjauan Kembali) ke tingkat Mahkamah Agung.

AYOJAKARTA.COM — Kasus Kopi Sianida yang menjerat Jessica Kumala Wongso sebagai terpidana memasuki babak baru.

Setelah delapan tahun menjalani vonis hukuman dari putusan 20 tahun penjara, Jessica Wongso akhirnya mendapatkan remisi 58 bulan 30 hari dan dinyatakan bebas bersyarat.

Otto Hasibuan selaku kuasa hukum Jessica Wongso mendampingi kliennya saat melakukan konferensi pers pada Minggu, 18 Agustus 2024.

Jessica Kumala Wongso atau Jessica Wongso, terpidana kasus kematian Wayan Mirna Salihin tahun 2016 resmi bebas.

Wanita 35 tahun ini mendapatkan kebebasan bersyarat dan harus wajib lapor hingga tahun 2032.

Setelah keluar dari Lapas Perempuan Kelas II Pondok Bambu, Jakarta Timur dan menyelesaikan rangkaian administrasi, Jessica Wongso yang didampingi Otto Hasibuan dan tim kuasa hukum menggelar konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta Selatan.

Baca Juga: Jessica Wongso dalam Kasus Kopi Sianida Dinyatakan Bebas Bersyarat, Otto Hasibuan: Coba Peluang PK

Dalam sesi wawancara dengan puluhan awak media, Otto Hasibuan menjelaskan beberapa keresahannya pasca Jessica Wongso bebas.

Dosen dan laywer ternama sekaligus ketua umum Peradi ini mengungkapkan ada kejanggalan putusan persidangan kasus Jessica ini yang membuatnya tidak puas.

"Saya juga masih melihat ada beberapa hal yang seharusnya harus diluruskan karena ada beberapa prosedur di persidangan itu tidak dilaksanakan bahkan diabaikan," ujar Otto saat konferensi pers yang diunggah di kanal YouTube tvOneNews, dikutip AyoJakarta.com, Senin, 19 Agustus 2024.

Otto Hasibuan menyoroti tajam kejanggalan putusan sidang yang menyatakan Mirna Salihin meninggal karena racun sianida padahal korban tidak diotopsi.

"Bagi saya tidak ada kemungkinan seorang hakim bisa menyatakan seseorang itu mati karena racun, misal ada orang tiba-tiba jatuh dan meninggal kemudian hakim mengatakan itu meninggalnya karena sianida tanpa diotopsi. Itu tidak mungkin dalam teori hukum manapun," terangnya.

Otto Hasibuan juga menjelaskan terkait kasus Jessica Wongso yang ditanganinya ini bersamaan dengan kasus kematian Vina Cirebon pada tahun 2016.

Baca Juga: Otto Hasibuan Ungkap Ada Bukti yang Disembunyikan di Kasus Kopi Sianida Jessica Wongso, Apa Itu?

Otto menegaskan bahwa ada prosedur otopsi dilakukan pada jenasah Vina tetapi tidak dengan Mirna Salihin padahal kedua korban meninggal dunia bukan karena sakit.

"Sama dengan kasus Vina di tahun 2016 bersamaan dengan kasus Jessica cuma kasus Vina, dia tenggelam karena punya Jessica langsung live, tapi itu (Vina) juga diotopsi lo kenapa Mirna tidak diotopsi dan hakim mengatakan Mirna mati karena racun dan diketahui itu racun sianida, dari mana dasarnya?" ungkap Otto.

Otto Hasibuan juga mengungkapkan kekecewaannya ketika berargumen terkait persidangan Jessica Wongso yang inprosedural.

"Kenapa MA dengan semua hakim di pengadilan mengabaikan ini, argumen saya mengenai otopsi ini tidak pernah dijawab dan tidak pernah dipertimbangkan," kata Otto.

Jessica Wongso dan Otto Hasibuan berencana akan mengajukan PK (Peninjauan Kembali) ke tingkat Mahkamah Agung untuk mencari keadilan dan mengungkap kebenaran.

Hal ini dibuktikan dengan sudah diserahkan bukti baru atau novum kepada pihak Mahkamah Agung sebagai landasan pengajuan PK.

Baca Juga: Ungkap Rasa Syukur, Jessica Wongso Segera Lakukan Ini Setelah Bebas Bersyarat, Temui Keluarga Mendiang Mirna Salihin?

Melalui langkah hukum PK yang akan diambil, Otto Hasibuan berharap akan ada titik terang dan keadilan yang bisa diterima oleh kedua belah pihak, yaitu pihak Jessica dan korban Mirna Salihin.

"Saya berharap entah apapun ini, MA harus menjawab apakah seorang hakim bisa menyatakan sebab matinya seseorang dengan tiba-tiba bukan karena sakit dan mati katanya karena racun padahal tidak diotopsi. Jadi keadilan harus ditegakkan," tambahnya.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Jessica Wongso
# Peninjauan Kembali
# kopi sianida
# Otto Hasibuan

News Update

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.