AYOJAKARTA.COM – Ketika wawancara kerja tentunya sering ada pertanyaan dari HRD kepada kandidat pelamar yang terkadang bikin bingung dalam menjawabnya.
Biasanya HRD akan bertanya ‘apakah ada pertanyaan untuk saya?’ di akhir sesi wawancara atau interview kerja.
Lalu bolehkan kita menjawabnya dan melontarkan pertanyaan kepada HRD dan bagaimana caranya?
Dilansir AyoJakarta.com dari video YouTube Samuel & Claudya yang diunggah 21 November 2020 tentang cara menjawab pertanyaan jebakan ‘ada pertanyaan untuk saya’?
Proses wawancara biasanya memakan waktu 40 menit sampai satu jam. Dalam jangka waktu tersebut, 80% pertanyaannya datang dari pewawancara.
Baca Juga: KPM Khusus Golongan Ini Siap-Siap Akan Dapat Bantuan Tambahan yang Cair di Bulan Juni 2024
Jadi, seringkali kita tidak siap ketika ditanya di akhir wawancara apakah kita punya pertanyaan untuk pewawancara.
Berikut adalah beberapa tips menghadapi pertanyaan tersebut:
1. Be Thoughtful (Jadilah kandidat yang perhatian)
Logikanya, kamu dan pewawancara baru saja kenalan. Tidak mungkin kan kamu tidak punya pertanyaan sama sekali?
Jika kamu tidak punya pertanyaan, kesannya bisa dua: kamu cuek atau kamu putus asa. Jadi, siapkan pertanyaan yang menunjukkan kamu tertarik dan perhatian.
Baca Juga: Keutamaan Puasa Arafah Jelang Hari Raya Idul Adha, Jangan sampai Terlewat!
2. Bikin list pertanyaan
Siapkan beberapa pertanyaan sebelum wawancara. Sesuaikan pertanyaan tersebut dengan jenis perusahaan yang kamu lamar dan kepribadianmu.
Ingat, pewawancara adalah manusia yang punya preferensi berbeda, jadi tidak ada satu tips yang 100% benar.
3. Jangan bertanya banyak-banyak
Batas pertanyaan maksimal adalah 3 - 4 pertanyaan. Lebih dari itu, kamu bisa terkesan berlebihan dan mengganggu. Pewawancara mungkin sudah lelah atau punya wawancara lain setelah kamu, jadi batasi jumlah pertanyaanmu.
Hal yang sebaiknya tidak ditanyakan oleh pelamar kepada HRD:
• Gaji dan remunerasi
Percakapan mengenai gaji biasanya dilakukan oleh HRD ketika saatnya tiba. Bertanya soal gaji di awal wawancara adalah langkah yang tidak tepat. Tunggu sampai topik ini diangkat oleh pihak perusahaan.
• Cuti
Sama seperti pertanyaan gaji, pertanyaan tentang cuti sebaiknya ditahan sampai di akhir proses wawancara ketika sudah ada pembahasan tentang remunerasi dan benefit.
• Pertanyaan yang bisa dijawab dengan googling
Jangan tanya hal - hal yang jawabannya bisa ditemukan dengan mudah di internet. Misalnya, jumlah cabang perusahaan atau informasi dasar lainnya yang tersedia di website perusahaan.
Baca Juga: 6 Jurusan Ini Katanya Santai dan Cepat Lulus Kuliah, Emang Bener?
Contoh pertanyaan yang bagus diantaranya:
1. Apa proyek paling menantang yang sedang dikerjakan di departemen yang saya tuju?
Pertanyaan ini menunjukkan antusiasme dan kesiapan kamu untuk segera terlibat dalam pekerjaan.
2. Karakteristik apa yang penting bagi seorang kandidat untuk berhasil dalam posisi atau perusahaan ini?
Menunjukkan bahwa kamu ingin sukses dan mencari tahu bagaimana caranya untuk berhasil dalam perusahaan tersebut.
3. Apa yang Bapak/Ibu sukai dari bekerja di perusahaan ini?
Pertanyaan ini membuka percakapan tentang budaya perusahaan dan hal-hal positif yang mungkin tidak tertera di job description.
4. Bolehkah saya tahu tahapan proses rekrutmen yang selanjutnya?
Menunjukkan bahwa kamu tertarik dan ingin tahu lebih banyak tentang proses selanjutnya, serta menunjukkan kesiapan untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.
Wawancara kerja adalah proses dua arah yang melibatkan komunikasi dan penilaian dari kedua belah pihak.
Menanyakan tentang fasilitas perusahaan, termasuk mess karyawan, adalah hak yang sah bagi calon karyawan sebagai bagian dari penilaian mereka terhadap kecocokan dengan perusahaan tersebut.

Share this article
Proses wawancara biasanya memakan waktu 40 menit sampai satu jam. Dalam jangka waktu tersebut, 80% pertanyaannya datang dari pewawancara.