AYOJAKARTA.COM - Calon Wakil Presiden nomor urut satu, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), dan Calon Wakil Presiden nomor urut tiga, Mahfud MD, secara bersama-sama menyuarakan kritik terhadap program Food Estate atau Lumbung Pangan.
Kritik tajam ini menyoroti aspek kerugian bagi petani dan potensi konflik agraria yang dianggap timbul akibat proyek tersebut, sehingga Cak Imin bahkan menyatakan niat untuk menghentikannya.
Dalam pandangannya, Cak Imin menilai bahwa program Food Estate telah merugikan petani dan memicu konflik agraria. Lalu, apa alasan Cak Imin mau memberhentikan program ini?
Ditemui usai acara Slepet Imin di Sukabumi Jawa Barat, ia mengatakan bahwa bukti kegagalan proyek Food Estate banyak ditemukan. Ia dan Anies Baswedan tidak akan melanjutkannya jika terpilih sebagai presiden dan wakil presiden.
"Saya kira bukti kegagalan (food estate) ada di mana-mana," ucap Cak Imin, dikutip Ayojakarta.com dari Youtube Kompas TV, pada Selasa, 23 Januari 2024.
Baca Juga: Jalin Kerja Sama Strategis dengan Ayo Media Network, BNI Tegaskan Langkah Perluas Bisnis
Ia juga mengatakan bahwa keberhasilan proyek ini sumir, perencanaan proyek tersebut juga salah.
"Keberhasilan masih sumir, perencanaan salah, tentu ini tidak akan kami teruskan," lanjutnya.
Sebagai informasi, Inisiatif Food Estate merupakan langkah pemerintahan Jokowi dalam menciptakan lumbung cadangan pangan, diprakarsai oleh Kementerian Pertahanan yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.
Proyek Food Estate menjadi bagian integral dari kebijakan pemerintah yang bertujuan mengembangkan sektor pangan secara menyeluruh. Kebijakan ini merupakan komponen krusial dari Program Strategis Nasional (PSN) 2020-2024 yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo.
Pelaksanaan proyek Food Estate berada di bawah kendali dua tokoh, yaitu mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, dan Menteri Pertahanan yang juga merupakan calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto.
Baca Juga: Alvin Lim Blak-blakan Bongkar Kondisi Penjara, Kaesang Pangarep Cuma Bisa Bingung
Food Estate diberi status sebagai salah satu proyek prioritas strategis, sebagaimana dijelaskan dalam Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2022 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2023, yang mengalokasikan dana sebesar Rp235,46 miliar untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Food Estate.
Kontroversi Food Estate ini menjadi sorotan publik saat disinggung oleh Mahfud MD dan Cak Imin di debat cawapres, pada Minggu, 21 Januari 2024 malam.

Share this article
Dalam pandangannya, Cak Imin menilai bahwa program Food Estate telah merugikan petani dan memicu konflik agraria.