AYOJAKARTA.COM – Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla alias JK, memberikan respon terkait bergabungnya kubu Anies-Muhaimin dengan Ganjar-Mahfud pada putaran kedua pilpres 2024.
JK menilai rencana ini merupakan hal yang bagus apabila memang terwujud dalam putaran kedua.
Penggabungan dinilai bagus lantara menurut JK untuk mengurus bangsa Indonesia membutuhkan kerjasama yang kuat.
Menurut JK, dalam politik adalah hal yang wajar apabila lawan jadi kawan, karena sejatinya kepentinganlah yang utama.
"Politik ini kan tidak ada lawan dan kawan abadi, yang ada ialah kepentingan yang abadi untuk memajukan bangsa ini,” ucap JK, dikutip dari Kompas TV, Selasa, 16 Januari 2024.
Meskipun begitu, JK tidak bisa merespon lebih lanjut terkait rencana tersebut, lantaran yang akan memutuskan adalah pimpinan partai.
"Yang harus memutuskan itu bukan saya, tapi idenya ok, tapi kan hak itu para pimpinan partai, berkoalisi kan itu para pimpinan partai," ucap JK.
Baca Juga: Merespons Isu Keakraban Paslon Satu dan Tiga, Gerindra: Sesuatu yang Biasa-Biasa Saja
Sementara itu, Ketua DPP PDIP Puan Maharani, mengatakan bahwa dirinya sudah ada komunikasi dengan pihak Anies.
"(Sudah jalin komunikasi) informal dan formal," ucap Puan.
Namun, bagaimana keputusan akhir akan ditentukan setelah melewati putaran pertama pada 14 Februari 2024.
Sedangkan di lain sisi, cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, mengatakan bahwa pihaknya terbuka apabila ingin menjalin kerjasama.
"Pasti, kita semua buka peluang untuk berkoalisi. Nanti, kita lihat siapa yang akan masuk di putaran kedua," ucap Cak Imin.
Cak Imin juga memberikan pujian kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang banyak memberikan masukan.
"Bu Mega itu seperti orang tua saya sendiri. Saya sering mendapatkan masukan, kritikan, dan bahkan dimarahi dan dihujat Bu Mega, itu sudah biasa," ucapnya.

Share this article
Jusuf Kalla memberikan respon terkait bergabungnya kubu Anies-Muhaimin dengan Ganjar-Mahfud pada putaran kedua pilpres 2024.