Mahfud MD Dijuluki 'Peluru Tak Terkendali' oleh Gus Dur, Alasan Dipilih jadi Cawapres Ganjar Pranowo Ternyata…

Menko Polhukam Mahfud MD
Menko Polhukam Mahfud MD

AYOJAKARTA.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD telah resmi ditunjuk sebagai cawapres pendamping Ganjar Pranowo.

Dalam wawancara bersama Najwa Shihab, Mahfud MD menceritakan bagaimana bisa dirinya ditunjuk oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebagai cawapres pendamping Ganjar Pranowo.

Diceritakan bahwa Mahfud MD pernah dijuluki sebagai ‘peluru tak terkendali’ oleh Presiden ke-4 Indonesia, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Baca Juga: Soal Isu Penjegalan Anies Baswedan di Pilpres 2024, Mahfud MD Sampai Rela Memilih Langkah Ini Agar Hal Itu Tidak Terjadi

Menurut cawapres nomor urut 3 ini, dirinya bisa dipilih oleh Megawati sebagai cawapres Ganjar Pranowo salah satunya karena karakternya yang tidak bisa disetir sebagaimana disebut ‘peluru tak terkendali’ seperti yang pernah disampaikan oleh Gus Dur.

Istilah ‘peluru tak terkendali’ ini digambarkan oleh Gus Dur untuk mendeskripsikan sosok Mahfud MD yang tidak bisa disetir dan dihalangi.

Menurutnya ketika melihat sesuatu yang benar, maka ia akan langsung bertindak dan tidak bisa dihalangi termasuk ketika dilarang oleh presiden.

Baca Juga: Alasan Mahfud MD Terima Tawaran Jadi Cawapres Ganjar Pranowo, dan Menolak Pinangan Anies Baswedan

“Artinya apa? Ya saya tak bisa dihalangi, kalau melihat sesuatu yang tidak benar saya akan bertindak. Siapapun, dilarang oleh Gus Dur sekalipun,” ujar Mahfud MD dikutip Ayoajakarta,com dari YouTube Najwa Shihab pada Rabu (10/1/2024).

Ia pun kembali menceritakan bagaimana Gus Dur sempat menegur dirinya saat menjadi Menteri Pertahanan pada saat itu.

Mahfud MD mengatakan bahwa Presiden ke-4 sempat meminta dirinya untuk berdebat dengan Duta Besar Amerika.

Baca Juga: KOCAK, Mahfud MD Beberkan Rahasia Dibalik Singkatan MD di Belakang Namanya, Ternyata Bermula dari Kejadian Ini, Apa?

“Misalnya, waktu itu saya berdebat dengan Dubes Amerika. Begitu, lalu oleh Gus Dur, Pak Mahfud kurangi itu debat-debat,” kata dia sembari menirukan perkataan Gus Dur kala itu.

Bukannya menuruti perintah presiden, Mahfud MD justru tetap bersikeras berdebat sehingga munculah julukan ‘peluru tak terkendali’ dari mulut Gus Dur.

Cawapres nomor urut 3 ini kemudian membicarakan mengenai alasan mengapa dirinya yang dipilih dan diberi amanah untuk menjadi calon wakil presiden pendamping Ganjar Pranowo.

Dikatakan bahwa karakter yang dimilikinya seperti tidak bisa disetir dan ingin selalu berbuat kebenaran ini yang menjadi alasan mengapa ia yang terpilih menjadi cawapres dibanding sosok lainnya.

Mahfud MD menegaskan bahwa dirinya dipilih sebagai cawapres pendamping Ganjar Pranowo karena karakternya seperti ‘peluru tak terkendali’ bukan karena mudah dikendalikan.

“Menurut saja, kalau dilihat dari pidatonya Bu Mega, pembicaraan saya lebih dari dua jam dengan Bu Mega dan pidatonya Mas Ganjar, justru mereka itu memilih saya karena saya ini peluru tidak terkendali, bukan untuk dikendalikan,” tuturnya.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# peluru tak terkendali
# cawapres
# Ganjar Pranowo
# Gus Dur
# Mahfud MD

News Update

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.