AYOJAKARTA.COM - Cawapres nomor urut dua Muhaimin Iskandar menyebut adanya praktik money politic atau politik uang di musim kampanye.
Pernyataan tersebut disampaikan Muhaimin Iskandar di sela-sela kunjungannya menghadiri acara Rembug Rakyat di Gresik.
Menurut pengakuan Muhaimin Iskandar, sejumlah pendukungnya sempat ditawari sejumlah uang agar berhenti melakukan aktivitas kampanye mendukung pasangan Amin.
Baca Juga: Klarifikasi Gus Miftah Soal Pembagian Uang di Pamekasan Madura yang Sempat Viral: Itu Uangnya Haji N
Dalam pernyataannya kepada awak media, Cak Imin yang juga merupakan Ketua Umum PKB menjelaskan adanya perbedaan jumlah uang yang diberikan.
Besaran nilai politik uang tersebut, menurut Cak Imin disesuaikan dengan tingkat ketokohan dari para pendukungnya.
“Beberapa orang kami didatangin, diberi uang besar, kemudian tidak usah bantu mereka, tapi cukup berhenti membantu Amin, bahkan uangnya dikasih tahu ke kita,” jelasnya.
Menyikapi adanya politik uang tersebut, Cak Imin dalam waktu dekat akan melakukan pengumpulan data untuk selanjutnya melakukan pelaporan.
Baca Juga: 7 Jurusan Kuliah Bagi Kamu yang Tertarik Politik, Peluang Kerja Banyak Salah Satunya Jurnalis!
Terkait dengan pernyataan Cak Imin tersebut, Syaiful Huda selaku Jubir Timnas pasangan Amin juga memberikan penegasan.
Menurut Syaiful upaya politik uang sudah sempat dirasakan sejak lama, namun hal tersebut baru diungkap Cak Imin ke publik.
“Jadi apa yang diungkapkan oleh Gus Imin, memang Beliau dapat laporan dari beberapa Kyai yang didatangi dan ada titipan supaya tidak membantu pasangan Amin,” jelasnya.
Lebih lanjut, Syaiful meminta agar seluruh peserta Pilpres untuk bersikap sesuai dengan peraturan dan membiarkan proses pemilihan berlangsung secara Jurdil.
Sebab penerapan politik uang di masyarakat, menurut Syaiful merupakan bentuk mencederai demokrasi.
Sehubungan dengan adanya pernyataan yang disampaikan Cak Imin, Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran memberi tanggapan.
Baca Juga: 6 Tanda Ciri Manusia Licik Salah Satu Kepribadian Dark Triad yang Harus Dijauhi!
Menurut Habiburokhman, selaku peserta kontestasi Pemilu, pihaknya mendukung dan mendorong adanya upaya pelaporan yang akan dilakukan oleh pasangan Amin.
“Kami mendorong agar yang bersangkutan membuka saja siapa pihak tersebut, agar tidak menimbulkan fitnah,” jelas Habiburokhman.
Dengan adanya sejumlah data-data yang dimiliki, Habiburokhman percaya upaya pelacakan akan lebih mudah dilakukan.
Terkait dengan pernyataan Cak Imin perihal adanya praktik politik uang, Jubir TPN Ganjar-Mahfud memberi tanggapan.
Menurut Achmad Baidowi, cawapres yang disampaikan Cak Imin memiliki tanggung jawab moral yang bersifat mengingat.
Karenanya, Baidowi menilai pernyataan Cak Imin merupakan suatu fakta yang kebenarannya perlu didalami lebih lanjut.
“Orang sekaliber Cak Imin tidak sembarangan memberikan informasi, namun demikian informasi itu perlu diuji kebenarannya, dengan instrumen hukum yang ada,” jelasnya. ***

Share this article
Cawapres nomor urut dua Muhaimin Iskandar menyebut adanya praktik money politic atau politik uang di musim kampanye.