AYOJAKARTA.COM -- Grace Natalie yang menjabat Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa pihak yang pertama kali mengusulkan pembatalan debat cawapres dalam Pilpres 2024 adalah tim dari pasangan calon nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.
Grace Natalie membantah keras anggapan bahwa pembatalan debat cawapres akan menguntungkan Gibran Rakabuming Raka. Dia menyebutnya informasi sebagai framing yang "ngawur."
Grace Natalie menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan dengan Komunitas Warga Tionghoa dan Forum Kerukunan Umat Beragama di Kediri Jawa Timur pada Minggu 3 Desember 2023.
"Yang pertama kali meminta untuk ditiadakan justru dari paslon nomor 1 dan minutes of meeting-nya ada di grup karena kami cukup rajin untuk mencatat," katanya seperti dikutip dari KompasTV, Senin 4 Desember 2203.
Dia juga menambakan bagi warga yang ingin mengetahui kejadiannya sebenarnya bisa meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk membuka notulensi rapat yang digelar pada 29 November 2023 lalu.
"Sekarang kan masih dalam diskusi, dan diputuskan debat cawapres tetap ada. Tetapi narasi atau framing yang menyatakan bahwa pembatalan debat menguntungkan kepentingan Mas Gibran itu sama sekali misleading dan sangat ngawur karena yang meminta untuk ditiadakan adalah paslon nomor 1. Silakan dicek ke KPU, ada minutes of meeting-nya," ungkap Grace.
Grace Natalie juga menyoroti fenomena di media sosial, di mana tokoh masyarakat bersuara tanpa melakukan pengecekan fakta, membuat meme, dan mem-framing seolah-olah pembatalan debat cawapres ini untuk keuntungan Gibran.
Baca Juga: 8 Tanda Orang yang Tidak Suka Denganmu Meski Mereka Bersikap Baik, Yuk Kenali Ciri-Cirinya
Padahal, menurut Grace, usulan pembatalan tersebut berasal dari pasangan calon yang berbeda.
Diberitakan sebelumnya, KPU telah memastikan bahwa debat cawapres akan dilaksanakan dua kali menjelang Pilpres 2024. Hanya saja dalam format baru, yaotu setiap paslon capres-cawapres akan tetap hadir di panggung dalam setiap sesi debat.
Anggota KPU RI, Idham Holik, menjelaskan bahwa debat capres berlangsung sebanyak tiga kali, sedangkan debat antar-cawapres akan diadakan dua kali sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2023 Pasal 50 ayat (1). Meskipun begitu, KPU meminta seluruh pasangan calon untuk hadir pada seluruh sesi debat tersebut.
Hal ini berbeda dengan debat cawapres pada pilpres 2019, dimana cawapres berdebat secara head to head, tidak didampingi cawapresnya.

Share this article
Grace Natalie membantah keras anggapan bahwa pembatalan debat cawapres akan menguntungkan Gibran Rakabuming Raka.