AYOJAKARTA.COM -- Demontrasi terjadi di tengah kedatangan calon presiden nomor urut 3 yakni Ganjar Pranowo di tanah Papua pada Selasa, 21 November 2023.
Capres yang diusung oleh PDIP ini dijadwalkan mengisi kuliah umum di Universitas Cendrawasih dengan tema ‘Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia’.
Yaitu di Auditorium Uncen Abepura pada Selasa, 21 November 2023 pukul 13.30 WIT.
Namun di sisi lain ada sejumlah mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) menolak secara tegas atas kedatangan Ganjar Pranowo untuk memberikan kuliah umum di kampus mereka.
Massa aksi ini terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dari 9 fakultas di Uncen.
“Tolak Ganjar, Ganjar tolak. Hidup mahasiswa,” kata seorang orator di hadapan puluhan mahasiswa dikutip Ayojakarta.com dari kanal YouTube METRO TV, Rabu (22/11/2023).
Berbagai atribut penolakan seperti spanduk bertuliskan ‘TOLAK GANJAR PRANOWO’ juga mengiringi demo tersebut.
Selain menolak kedatangan Ganjar Pranowo untuk mengisi kuliah umum, mahasiswa Papua yang tergabung dalam demonstrasi tersebut juga menutup portal pintu masuk Auditorium Uncen.
Mereka juga memblokade jalan sembari melancarkan orasi secara bergantian dan tegas menolak kedatangan mantan Gubernur Jawa Tengah.
“Kami dari BEM FKM tegas menolak kuliah umum yang diberikan oleh Ganjar,” ujar orator lainnya.
Aksi penolakan Ganjar Pranowo ini tidak lain karena mahasiswa Papua tidak ingin ada politik praktis di lingkungan kampus Universitas Cendrawasih.
Demonstran menyebut bahwa capres yang diusung PDIP bukan seorang akademisi melainkan seorang politikus.
Bahkan massa aksi yang merupakan mahasiswa Papua ini mendesak agar Rektor Uncen menghentikan kuliah umum yang akan diisi oleh capres nomor urut 3.
“Kami mahasiswa dan mahasiswi Uncen meminta Rektor dan PR III Uncen, setop membawa masuk politik praktis di lingkungan kampus Universitas Cenderawasih,” kata salah satu orator.
“Ganjar Pranowo bukan akademi, dia politikus. Berhenti politisasi kampus Uncen Papua,” sambungnya.
Ketua BEM FH Uncen, Yanes Hisage juga kembali menegaskan bahwa kampus didirikan untuk menimba ilmu bukan sebagai tempat kampanye politik praktis.
“Uncen didirikan untuk mendidik dan mengajar agar menjadi mahasiswa yang berprestasi, bukan berpartisipasi dalam kampanye politik praktis lalu terjerumus,” ungkapnya.***

Share this article
Demontrasi terjadi di tengah kedatangan calon presiden nomor urut 3 yakni Ganjar Pranowo di tanah Papua pada Selasa, 21 November 2023.