AYOJAKARTA.COM -- Langkah Prabowo Subianto menggandeng Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres menuai sorotan berbagai pihak.
Banyak yang memberikan dukungan atas pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Namun, tak kalah banyak pula yang memberi kritik atas pilihan Prabowo Subianto dalam menentukan cawapresnya.
Mulai dari kritikan soal dinasti politik hingga Gibran yang disebut-sebut masih minim pengalaman.
Meski banjir kritik, rupanya banyak pertimbangan yang sudah dipikirkan matang oleh Prabowo Subianto hingga akhirnya memilih Gibran sebagai cawapresnya.
Adik Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan, pertimbangan Prabowo Subianto dalam memilih Gibran, lantaran sosoknya adalah tokoh pemuda yang memiliki rekam jejak bersih.
Menurut Hashim, sebaiknya memilih anak muda tanpa rekam jejak yang kotor dibandingkan tokoh tua tapi seorang koruptor.
Baca Juga: UMP 2024 Resmi Naik, Segini Besaran Upah Minimum yang Berlaku di Jabodetabek
"Tanpa pengalaman bocil ingusan ini itu karbitan dan sebagainya, Pak Prabowo tahu nggak bilang apa? Lebih baik anak muda yang bersih daripada orang tua yang kotor dan koruptor," ujar Hashim dikutip ayojakarta.com dari suara.com pada Kamis (16/11/2023).
Ungkapan tersebut disampaikan Prabowo langsung kepada hashim dan para kader Partai Gerindra.
Meskipun, di luar banyak yang menilai sosok Wali Kota Solo tersebut kurang pengalaman.
"Dia bilang ke saya ya, Shim, lebih baik saya pilih anak muda, mungkin bocil, mungkin karbitan, mungkin ingusan tetapi dia punya hati mulia dan bersih," kata Hashim.
"Lebih baik dia menjadi pemimpin nasional di masa depan daripada orang tua yang busuk dan koruptor. Itu dia bilang ke saya dan itu yang dia bilang ke kawan-kawan Gerindra dan sebagainya," ungkap Hashim.
Baca Juga: 5 Tanda Pasangan Sedang Kangen, Kamu Beruntung Banget Bila Punya Cirinya
Sementara itu, menanggapi perihal isu dinasti politik yang beredar luas, Hashim mengatakan, Prabowo Subianto sangat jelas menyadari akan hal tersebut.
"Dia (Prabowo Subianto, red) sadar, pasti akan ada kritikan dinasti politik," jelas Hashim.
Dalam kaitan tersebut, Hashim mengaku muak akan kritikan yang dialamatkan kepada Prabowo-Gibran tersebut.
Hashim seolah mengisyaratkan jika dinasti politik bukanlah kali pertama terjadi di Indonesia.
"Saya muak dengan kritik-kritik dinasti politik. Yang menyerang Pak Jokowi itu dinasti politik pertama di Indonesia sekarang ini. Saya kira kalian paham siapa ya. Bisa mengerti?," terang Hashim.
Baca Juga: Calon Penerima KJP Plus Banyak yang Dibatalkan? Ternyata Ini Penyebab dan Langkah Mengatasinya
Menurut Hashim, pihak-pihak pengkritik seharusnya introspeksi diri akan kritikan yang ditujukannya kepada Presiden Jokowi.
"Dinasti politik pertama di Indonesia yang sekarang masih ada empat generasi itu yang kritik Pak Jokowi," tegas Hashim.
"Seharusnya mereka lihat cermin sendiri kalau dia mau kritik dia harus lihat diri sendiri," lanjut Hashim.

Share this article
Langkah Prabowo Subianto menggandeng Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres menuai sorotan berbagai pihak.