AYOJAKARTA.COM -- Anwar Usman merasa dirinya telah difitnah oleh isu-isu yang akhirnya membuatnya dia dicopot dari jabantannya sebagai Ketua MK.
Anwar Usman mengaku dia tidak akan berkecil hati dan pantang mundur untuk menegakkan keadilan di Indonesia.
"Saya tidak pernah berkecil hati dan pantang mundur dalam menegakkan hukum dan keadilan di negara tercinta," kata Anwar Usman, Rabu, (8/11/2023).
Baca Juga: Respons TPN Ganjar-Mahfud soal Pemecatan Anwar Usman: Konstitusi Telah Diinjak-injak oleh MK
Anwar merasa karirnya sebagai hakim selama puluhan tahun dihancurkan oleh sebuah fitnah.
"Dilumatkan oleh sebuah fitnah yang amat keji dan kejam," ujar Anwar.
Dia mengklaim bahwa ada sebuah skenario yang dijalankan untuk membunuh karakter dan karirnya.
Anwar juga berujar bahwa semua skenario untuk menghancurkannya tidak lebih indah daripada skenario Yang Maha Kuasa.
Baca Juga: 4 Tanda Orang Sulit Sukses Dilihat dari Kegiatan Sehari-hari yang Tak Bermanfaat
"Saya tetap yakin bahwa sebaik-baik skenario manusia siapa pun untuk membunuh karakter saya, karir saya, harkat dan derajat saya, serta martabat saya dan keluarga besar saya, tentu tidak akan lebih baik dan indah dibandingkan skenario atau rencana Allah Swt.," kata Anwar.
Atas segala fitnah dan isu yang menyudutkan dirinya, Anwar berpasrah diri kepada Yang Maha Kuasa.
"Semoga yang selalu memfitnah, yang membuat isu yang menyudutkan diri saya dan keluarga saya, atau yang menzalimi saya, diampuni oleh Allah Swt., Tuhan Yang Maha Kuasa.” ujar Anwar.
Anwar merasa putusan perkara nomor 90/PUU-XXI/2023 soal batas usia minimal usia capres dan cawapres bukanlah kepentingan pribadi.
Baca Juga: Tes Penglihatan: Uji Kemampuan Mata Kamu! Temukan Huruf O di Antara Kumpulan Huruf A dalam 10 Detik
"Namun, fitnah keji yang menerpa saya bahwa saya memutus perkara tentu berdasarkan kepentingan pribadi dan keluarga. Hal itulah yang harus diluruskan," ujar dia.
Anwar juga mengaku mendapatkan kabar bahwa ada sebuah upaya untuk mempolitisasi berbagi putusan MK.
"Sesungguhnya saya telah mendapat kabar bahwa (ada) upaya untuk melakukan politisasi dan menjadikan saya sebagai objek di dalam berbagai putusan Mahkamah Konstitusi," ujar Anwar.
Di sisi lain, Anwar merasa tidak terbebani meskipun kini dirinya sudah tidak menjadi Ketua MK lagi.
Baca Juga: Cara Membersihkan WhatsApp agar Lebih Ringan Tanpa Menghapus Foto dan Video, Sudah Coba?
“Sejak awal saya sudah mengatakan bahwa jabatan itu adalah milik Allah Swt. sehingga pemberhentian saya sebagai Ketua MK tidak sedikit pun membebani diri saya." kata Anwar.***

Share this article
Anwar Usman merasa dirinya telah difitnah oleh isu-isu yang akhirnya membuatnya dia dicopot dari jabantannya sebagai Ketua MK.