AYOJAKARTA.COM -- Mengembalikan kesadaran rakyat Indonesia sebagai warga dunia, menurut pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar merupakan keharusan.
Dengan adanya kesadaran tersebut, duet Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar yakin akan menjadikan Indonesia menjadi semakin besar.
Langkah kesadaran tersebut, menurut pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar merupakan warisan para pendiri bangsa dalam membuat jejak sejarah.
Sebagaimana nama Kota Bandung yang kemudian dikenal luas oleh dunia setelah Konferensi Asia-Afrika terselenggara di Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Anies ketika menjadi pembicara dalam pertemuan bersama dengan para duta besar dunia.
Dalam acara yang diselenggarakan oleh Centre for Strategic and International Studies atau CSIS, Anies juga sempat mereview perjalanan sejarah Indonesia hingga dikenal dunia.
Berawal dari lahirnya Satu Bahasa dan menjadi embrio lahirnya satu bangsa, sejarah mencatat Indonesia telah melewati begitu banyak proses yang tidak mudah.
Baca Juga: 4 Tanda Orang Sulit Sukses Dilihat dari Kegiatan Sehari-hari yang Tak Bermanfaat
Namun demikian perubahan zaman telah berhasil mengantarkan Indonesia hingga kemudian menjadi Satu Tanah Air.
Dari satu bahasa hingga menjadi satu tanah air, menurut pasangan Amin bukanlah sebuah akhir perjalanan.
Karena masih ada Satu lainnya yang harus terus diperjuangkan serta dijadikan sebagai suatu tujuan jangka panjang dalam hidup berbangsa dan bernegara.
“Nah yang kelima ini adalah visi kita, Satu Kemakmuran,” jelas Anies di hadapan para Duta Besar negara dunia.
Baca Juga: Cara Membersihkan WhatsApp agar Lebih Ringan Tanpa Menghapus Foto dan Video, Sudah Coba?
Satu Kemakmuran, menurut pasangan Amin wajib diperjuangkan akibat terlalu besarnya ketimpangan yang terjadi di Indonesia.
Adanya perbedaan cukup signifikan antara satu pulau dengan pulau lain, baik dari tingkat pertumbuhan ekonomi serta sosial politik wajib dilakukan perubahan.
Perubahan tersebut menurut Amin sangat diperlukan, karena banyaknya tantangan global yang saat ini terjadi di banyak negara di dunia.
“Kita sadar, geopolitik dinamikanya beralih ke Asia khususnya kawasan Indo Pasifik, dan ancaman-pun mengalami transisi,” imbuh Anies.
Baca Juga: Tes Penglihatan: Uji Kemampuan Mata Kamu! Temukan Huruf O di Antara Kumpulan Huruf A dalam 10 Detik
Mengingat besar dan beragamnya ancaman tersebut, pasangan Amin menilai perlunya mengubah persepsi mengenai arah kebangsaan.
“Kita mengejar kepentingan sempit di dalam hubungan internasional, kita harus hadir dan membawa pesan sebagai warga dunia,” jelas Anies.
Akibat tidak adanya kesadaran sebagai warga dunia dengan segala potensinya, hal tersebut berdampak penurunan pada sejumlah pencapaian indeks.
Selain indeks demokrasi, indeks persepsi korupsi, indeks soft power, penurunan angka juga terjadi pada indeks kebebasan pers.
Baca Juga: Pencairan KJP Plus Kerap Dilakukan Pada Hari Rabu, November 2023 Sudah Cair?
Karena itu, pasangan Amin memberikan jalan keluar dengan cara merubah kesadaran serta perubahan paradigma melalui pemahaman akan pentingnya nilai.
“Seseorang yang tidak punya nilai, tidak memiliki kompas,” pungkas Anies seperti dikutip Ayojakarta pada Kamis, 9 November 2023 dari Youtube Kompas TV. ***

Share this article
Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar menilai, mengembalikan kesadaran rakyat Indonesia sebagai warga dunia merupakan keharusan.