AYOJAKARTA.COM - Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, elektabilitas bakal calon presiden (bacapres) Anies Baswedan turun setelah ia mengumumkan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai pasangan calon wakil presiden untuk Pemilu 2024.
Peneliti di LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, menyatakan bahwa elektabilitas Anies mengalami penurunan dari 19,7% pada Agustus 2023 menjadi 14,5% pada September 2023 setelah deklarasi pasangan Anies-Cak Imin pada 2 September 2023 di Surabaya.
Adjie menjelaskan bahwa survei ini dilakukan dua hari setelah deklarasi Anies-Cak Imin.
Baca Juga: Tes IQ: Siapakah Wanita yang Membawa Pulang Air Paling Banyak? Cari Tahu dalam 10 Detik!
Menurut temuan riset kualitatif LSI Denny JA, ada dua faktor yang mempengaruhi penurunan elektabilitas Anies.
Faktor pertama adalah kritik yang disampaikan oleh Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), terkait pemimpin yang tidak memenuhi janji. Kritik ini ditujukan kepada duet Anies dan Cak Imin.
Faktor kedua adalah kurangnya popularitas dan dukungan terhadap Cak Imin dibandingkan dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
AHY memiliki popularitas sekitar 65,9% dan tingkat kesukaan sekitar 68,3%, sedangkan Cak Imin hanya memiliki popularitas sekitar 49% dan tingkat kesukaan sekitar 61,5%.
Baca Juga: Besaran Uang Pangkal di 6 PTN Jurusan Hukum Terbaik di Indonesia, Tertinggi 75 Juta, Kampus Mana?
Deklarasi AMIN di Jatim Tidak Berdampak
Menurut hasil survei sebelumnya yang dilakukan oleh Lembaga Riset Indonesia Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Cak Imin belum berhasil meningkatkan elektabilitas Anies setelah deklarasi.
Dalam dua kali survei oleh SMRC yang dilakukan di bulan September untuk mengukur perubahan elektoral di Jatim, tampak pasangan Anies-Cak Imin selalu berada di urutan buncit.
Pada survei nasional tatap muka dari tanggal 2 hingga 11 September 2023. SMRC melakukan simulasi pemilihan presiden tanpa pasangan. Hasilnya Anies mendapat 14,2%, Ganjar 44%, Prabowo 23%, dan tidak menjawab 18,8%
SMRC kemudian melakukan simulasi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.
Hasilnya adalah: Anies-Muhaimin 14%, Ganjar-Ridwan Kamil 47%, Prabowo-Erick: 24%, dan tidak menjawab 14%.
Baca Juga: Mahfud MD dan Khofifah Jadi Calon Kuat Cawapres Ganjar? Megawati Disebut Sudah Bicara 4 Mata
Untuk mengukur dinamika lebih lanjut setelah tiga minggu deklarasi, SMRC kembali melakukan survei telepon pada tanggal 20-22 September 2023.
Hasilnya pasangan Anies-Muhaimin 12%, Ganjar-Mahfud MD 45%, Prabowo-Erick 28%, dan tidak menjawab 14%
Jadi setelah tiga pekan deklarasi di basisnya sendiri, Muhaimin dan PKB belum memberikan dampak elektoral yang signifikan bagi Anies.***

Share this article
Menurut temuan riset kualitatif LSI Denny JA, ada dua faktor yang mempengaruhi penurunan elektabilitas Anies, apa saja?