AYOJAKARTA.COM — Anies Baswedan lagi-lagi harus terima kena semprot Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai dirinya kembali memberi kritikan soal Proyek Strategis Nasional (PSN).
Menurut Anies Baswedan, PSN yang ada selama ini hanyalah merupakan proyek yang menjadi titipan oleh pihak-pihak tertentu.
Mendengar kritikan yang disampaikan Anies Baswedan tersebut, Jokowi pun menanggapi dan menantang agar mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebutkan proyek mana yang menjadi titipan dan siapa pihak yang menitip.
“Ya ditunjuk saja proyek yang mana, yang nitip siapa,” tegas Jokowi seperti dikutip dari laman Republika, Selasa, 3 Oktober 2023.
Baca Juga: Anies Baswedan Soroti Soal Proyek Strategis Nasional atau PSN: Titipan dari Kanan dan Kiri!
Kritikan soal PSN tersebut disampaikan oleh Anies Baswedan pada saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional 1 Partai Masyumi Sabtu, 30 September 2023 kemarin.
Pada saat itu, bacapres dari Koalisi Perubahan itu berujar jika PSN hanyalah proyek titipan kanan kiri.
Menurut Anies, PSN juga dirancang dan disusun tanpa adanya proses yang jelas terlebih dulu.
“Rujukannya Rencana Jangka Panjang, turunannya Rencana Jangka Menengah, dan turunannya kemudian PSN. Merujuk ke sana. Tapi kalau itu tak dilakukan dengan baik, PSN itu kemudian jadi titipan kanan-kiri yang masuk tanpa kita ketahui bagaimana proses itu disusun,” ucap Anies.
Tak hanya itu, Anies juga menyebut bahwa PSN yang merupakan proyek titipan itu sudah tentu akan sangat merugikan masyarakat.
“Dan ketika titipan kanan-kiri, konsekuensinya dirasakan oleh masyarakat," terang Anies.
Oleh karena itu, dalam kesempatan tersebut Anies menyatakan bahwa dirinya ingin agar pelaksanaan PSN bisa diurus kembali sehingga bisa mencerminkan tujuan awalnya.
"Ini kita kembali perlu luruskan, sehingga apa yang menjadi kebijakan-kebijakan itu mencerminkan tujuan awal,” lanjutnya.
Baca Juga: Hasil Elektabilitas Masih Paling Bontot, Anies Baswedan Sampaikan Hal Ini
Berdasarkan data, dalam delapan tahun terakhir pemerintah sendiri telah berhasil merampungkan 161 PSN dengan nilai proyek sebesar Rp1.134,9 triliun.
Dari 161 PSN tersebut, rincian cakupan proyek antara lain 24 pelabuhan baru, 60 pelabuhan penyeberangan, 13 bandara baru, 6 fasilitas air cargo, serta 2.600 kilometer (km) jalan tol baru.
Kemudian proyek lainnya yaitu 17,6 gigawatt jaringan transmisi, 1.172, jaringan kereta api lebih dari 1.000 km, 20 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan Kawasan Industri Strategis, termasuk enam hilirisasi berjenis smelter.
Berdasarkan data kajian dari LPEM UI, sebanyak 137 PSN tercatat telah menciptakan ekonomi output sebesar Rp1.670 triliun.
Sebanyak 137 PSN tersebut tersebar di beberapa pulau di seluruh Indonesia, mulai dari 15 PSN di pulau Sumatera dengan nilai Rp179 triliun, Kalimantan dengan 16 PSN senilai Rp81 triliun, dan Sulawesi dengan 17 PSN senilai Rp222 triliun.
Di Pulau Jawa terdapat 50 PSN senilai Rp244 triliun, 15 PSN di Bali-Nusa Tenggara senilai Rp8 triliun, dan 10 PSN di Maluku dan Papua setingkat dengan Rp104 triliun.
Selanjutnya akan ada beberapa PSN yang diharapkan akan segera diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo, di antaranya Jalan Tol Serpong-Cinere dengan nilai Rp3,8 triliun, Jalan Tol Cinere-Jagorawi seksi 3 senilai Rp3,21 triliun.***

Share this article
Anies Baswedan lagi-lagi harus terima kena semprot Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai dirinya kembali memberi kritikan soal PSN.