AYOJAKARTA.COM -– Gelombang panas yang masih terjadi di sekitar kawasan Asia otomatis masih menimbulkan dampak pada Indonesia, meskipun tidak secara langsung.
Suhu ekstrem yang melanda sejumlah kawasan di Asia berdampak juga panas peningkatan Ultraviolet atau UV dan juga suhu yang panas di Indonesia.
Namun, dikutip oleh ayojakarta.com pada 29 April 2023 melalui laman media sosial Instagram @infoBMKG, diketahui bahwa BMKG telah merilis prediksi suhu ekstrem pada 30 April 2023 besok.
Suhu panas masih terpantau akan terjadi di 10 titik stasiun meteorologi berbeda di Indonesia. Hal ini karena heatwave atau gelombang panas yang masih melanda kawasan Asia.
Berikut 10 Suhu Terpanas di Indonesia periode 28 April 2023 pukul 07.00 WIB hingga 29 April 2023 pukul 07.00 WIB.
- Stasiun Meteorologi Sis Al Jufri dengan 35,4 derajat celcius
- Stasiun Meteorologi Sentani dengan 35 derajat celcius
- Stasiun Meteorologi Bringin dengan 34,9 derajat celcius
- Stasiun Meteorologi Djalaluddin dengan 34,6 derajat celcius
- Stasiun Meteorologi Kertajati dengan 34,6 derajat celcius
Baca Juga: Waspada! BMKG Ingatkan Cuaca Panas Ekstrem di Indonesia Masih Bisa Berlanjut, Ini Penyebabnya
- Stasiun Meteorologi Nunukan memiliki suhu 34,5 derajat celcius
- Stasiun Meteorologi Radin Inten II memiliki suhu 34,4 derajat celcius
- Stasiun Meteorologi Jambi dengan suhu 34,4 derajat celcius
- Stasiun Meteorologi Nusa Tenggara Timur memiliki suhu 34,3 derajat celcius
- Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II dengan suhu 34,2 derajat celcius.
Sementara untuk prediksi cuaca panas Indonesia akan dimulai pada pukul 10.00 WIB dengan tingkat UV ekstrem berada di sebagian wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Puncak panas ekstrem pada Minggu, 30 April 2023 diperkirakan akan terjadi pada pukul 11.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.
Selain itu, wilayah lain masuk dalam fase kondisi berbahaya pada jam yang sama, dan semua akan kembali normal pada pukul 16.00 WIB.
Indeks UV ini diukur dalam skala 0-11+ yang menggambarkan tingkat bahaya dari sinar UV.
Untuk tingkatan bahaya resiko tinggi atau bewarna merah dan ektrem untuk bewarna ungu, apabila kulit tidak dilindungi dapat menimbulkan kerusakan pada kulit dan mata, bahkan dapat terbakar dengan cepat.
Baca Juga: Cuaca Panas dan Sinar UV Ekstrem Terjang Indonesia, BMKG Ungkap Alasannya Karena Ini
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk menggunakan pelindung yang dapat menghalau dan menghempas sinar UV yang menerpa kulit seperti payung, kacamata, topi, dan pakaian pelindung matahari.
BMKG juga menyarankan penggunaan tabir surya dengan SPF 30+ setiap 2 jam, bahkan pada hari berawan sekalipun.
Hal ini dikarenakan sinar UV masih dapat menembus awan dan dapat menimbulkan efek buruk pada kulit dan mata.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan meminum air putih yang cukup.
Hal ini dapat membantu mengurangi risiko terkena heatstroke (serangan panas) dan dehidrasi (kekurangan cairan tubuh).
Dalam hal ini, BMKG juga menekankan bahwa himbauan ini tidak hanya ditujukan bagi orang yang bekerja di luar ruangan, namun juga berlaku bagi seluruh masyarakat Indonesia yang beraktivitas di luar ruangan.
Hal ini dikarenakan, sinar UV dapat menimbulkan dampak buruk pada kulit dan mata dalam waktu yang relatif singkat, bahkan pada cuaca yang terlihat sejuk sekalipun.
Dengan melakukan tindakan pencegahan yang tepat, diharapkan dapat membantu menjaga kesehatan kulit dan mata dari dampak buruk sinar UV yang dapat berakibat fatal.***(Zharifah Ardiana)

Share this article
Suhu ekstrem yang melanda sejumlah kawasan di Asia berdampak juga panas peningkatan Ultraviolet atau UV dan juga suhu yang panas di Indonesi