AYOJAKARTA.COM - Akun TikTok Awbimax Reborn Bima menjadi viral dibincangkan baru-baru ini.
Pasalnya Bima Yudho melalui akun TikTok Awbimax Reborn mengkritik Provinsi Lampung terkait infrastrukturnya yang tidak maju.
Hal ini ternyata justru mendatangkan ancaman kepada orang tua Bima Yudho agar dirinya berhenti mengkritik Provinsi Lampung.
Baca Juga: Cium Mesra Ayu Ting Ting, Boy William Justru Banjir Nyinyiran: Gimmick Doang!
Dikutip melalui kanal YouTube KOMPASTV, Bima Yudho menyampaikan bahwa keluarganya mendapat ancaman usai dirinya mengkritik Provinsi Lampung.
Sambil menangis, Bima berkeluh kesah ketika ia disuruh berhenti mengkritik Lampung hingga orang tuanya diancam.
"Intinya gua disuruh berhenti mengkritik Lampung," ungkap Bima.
"Disini yang mengalami ancaman serius bukan gua yang ada orang tua gua," sambungnya.
Baca Juga: Jelang Mudik Lebaran 2023, Jumlah Pemudik Naik Drastis! Ini Rekayasa Lalu Lintasnya
Bima sempat mengunggah sebuah video yang menyampaikan keluh kesahnya atas apa yang ia alami usai mengkritik Provinsi Lampung.
"Today, keluarga gua kena intervensi dan mereka melakukan profiling. Mencoba mencari-cari kesalahan gue dan memaksa untuk bungkam dengan kebobrokan yang ada," tulis keterangan unggahan Bima.
"Meminta perlindungan di negara liberal yang lebih open dengan kritikan dan tidak hanya mementingkan satu golongan," tambahnya.
Baca Juga: Cara Menyadap WhatsApp Gampang Pakai Social Spy WhatsApp? Cek di Sini Penjelasannya
Padahal beberapa pengakuan warga Lampung juga membenarkan bahwa infrastruktur jalan masih banyak yang kondisinya rusak.
"Sekarang masih banyak yang rusak. Dekat Pasar Jatimulyo, itu kita masuk ada tugu kawasan wisata tapi jarak 100 meter jalannya udah rusak sekali," ungkap salah satu warga Lampung yang tidak disebutkan namanya.
"Jalan rusak di Lampung banyak ya, banyak yang bolong-bolong, selagi mau lebaran kaya gini perbaikannya bisa segera dilakukan lah," kata Ahmad salah satu warga Lampung lainnya.
Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Golkar Supriansa juga mengungkapkan bahwa kritikan yang disampaikan oleh Bima merupakan pendapat masyarakat atas ketidakpuasan langkah pembangunan pemerintah.
"Intinya mau disampaikan masyarakat ini adalah menyampaikan pendapatnya terhadap ketidakpuasannya masyarakat terhadap kebijakan atau langkah-langkah pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah," jelas Supriansa dikutip melalui kanal YouTube DPR RI.
"Jadi kalau pemerintah melakukan sebuah pembangunan, kebijakan, lalu itu tidak berpihak kepada rakyat, maka rakyat kadang-kadang memang menyalurkan pendapatnya lewat sebuah argumentasi atau sikap-sikap kritisnya di media sosial," tambahnya.
Menurut Supriansa, hal itu merupakan hak berpendapat masyarakat yang seharusnya bisa menjadi masukkan untuk pemerintah.
Baca Juga: Gampang Banget! Download Lagu Gratis Tanpa Aplikasi Melalui Link lagu1s.com
"Itu kan hak berpendapatnya masyarakat. Tetapi kalau itu sebuah kebenaran yang diungkapkan, kalau saya pribadi menerima itu sebagai masukkan," jelasnya.
Jika memang pernyataan yang disampaikan tidak sesuai faktanya maka bisa disebut sebagai tindak mencemarkan nama baik pemerintah setempat.
"Kalau dianggap sebuah pidana, saya kira aparat penegak hukum itu bisa melihat apakah benar adanya orang yang terlapor ini mengeluarkan sebuah kalimat sesuai dengan fakta," ungkap Supriansa.
"Kalau tidak sesuai dengan fakta, maka itulah tadi mencemarkan nama baiknya pejabat atau pemerintah setempat," lanjutnya.
Baca Juga: Syukuran HUT ke-49 HIPMI Jaya Dihadiri Pendiri, Menpora dan Ratusan Pengusaha Muda
Namun, sebagai pemerintah di sebuah daerah, Supriansa yang juga merupakan mantan Bupati berpendapat bahwa seharusnya aspirasi masyarakat itu didengar dan ditampung terlebih dahulu.
"Kalau pemerintah yang terbuka. Saya kalau yang ramai seperti itu saya panggil, apa masalahnya, dimana datanya, apa yang kamu persoalkan," jelas Supriansa.
"Saya tampung semua itu baru saya panggil dinas terkait. Itu namanya mendengar aspirasi rakyat. Karena apapun modelnya, aspirasi rakyat itu perlu didengarkan," sambungnya.***

Share this article
Supriansa juga mengungkapkan bahwa kritikan yang disampaikan oleh Bima merupakan pendapat masyarakat atas ketidakpuasan langkah pembangunan.