AYOJAKARTA.COM — Berawal dari sebuah pesan terakhir dari sang ayah di Aplikasi WhatsApp, seorang anak terpaksa harus kehilangan sang ayah dengan cara tidak wajar.
Diketahui sang ayah menjadi salah satu korban pembunuhan sadis dukun palsu penggandaan uang Slamet Tohari yang mana saat ini korban telah mencapai 12 orang.
Sebuah tragedi pembunuhan ini dilakukan oleh seorang dukun palsu pengganda uang terjadi di Banjarnegara, Jawa Tengah.
Salah satu korban, yang tidak disangka-sangka oleh keluarganya, telah dimakamkan di tengah kesedihan keluarga yang mendalam di Kecamatan Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat.
Baca Juga: Update Korban Dukun Palsu Pengganda Uang Jadi 12 Orang, Ini Kata Kapolres Banjarnegara!
Anak korban mengungkapkan bahwa keluarganya tidak pernah membayangkan bahwa ayahnya akan menjadi korban dari aksi kejahatan seorang dukun palsu. Mereka sangat terpukul dengan berita tersebut dan meminta keadilan agar pelaku segera ditangkap dan diadili.
Selain itu, sang anak yang bernama Glydas Permana sebelumnya telah mengingatkan sang ayah untuk tidak datang ke Mbah Slamet yang berada di Banjarnegara.
“Sebelumnya sudah saya ingatkan, jangan ke sana, tapi ayah saya masih ngeyel, keukeuh mau ke sana,” terang Glydas, dikutip dari YouTube KOMPASTV, Rabu, 15 April 2023.
Glydas diwakili penasihat hukumnya bersyukur bahwa jasad sang ayah masih dikenali sehingga dapat dikuburkan secara layak, dan karena penemuan jasad ayahnya membuka kasus yang lebih besar.
Sebelumnya, pelaku pembunuhan, yang juga merupakan seorang dukun palsu pengganda uang bernama Slamet Tohari, telah dibawa oleh pihak berwajib ke tempat di mana ia menguburkan para korbannya.
Dalam penggalian tersebut, polisi menemukan dua lagi makam, sehingga total korban meninggal akibat tindakan pelaku mencapai 12 orang.
Polisi juga mengungkapkan bahwa pelaku mengubur korban sesaat setelah memberikan racun padanya. Racun yang digunakan adalah racun ikan atau Potas yang dicampur dalam minuman yang wajib diminum para korban sebagai bentuk ritual.
Modus operandi ini sangat kejam dan menunjukkan bahwa pelaku tidak memiliki belas kasihan atau empati terhadap korban.
Baca Juga: Fakta Terbaru Dukun Pengganda Uang Banjarnegara, Gaet Korban dari Luar Daerah Melalui Media Sosial
Keluarga korban dan masyarakat setempat mengecam tindakan kejahatan yang dilakukan oleh pelaku.
Mereka mengharapkan agar pelaku segera ditangkap dan diadili dengan hukuman yang setimpal atas tindakannya yang keji dan menghilangkan nyawa banyak orang.***

Share this article
Pembunuhan sadis dukun palsu penggandaan uang Slamet Tohari yang mana saat ini korban telah mencapai 12 orang.