AYOJAKARTA.COM - Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menggelar keterangan pers pada Sabtu (3/4) untuk memberikan respons atas tindakan Kepala Staf Presiden Moeldoko yang masih berusaha untuk mengambil alih kendali Partai Demokrat.
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkap bahwa Kepala Staf Presiden Moeldoko masih ingin mengambil kendali partai dengan mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung.
Pada saat yang sama, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjelaskan fokusnya saait ini pada Pilpres 2024, Partai Demokrat dengan Anies Baswedan sebagai Bakal Calon Presiden-nya.
Baca Juga: Siap-siap! CPNS 2023 Dibuka Hari Ini? Ada Ribuan Formasi di 7 Instansi, Cek di Sini
Ungkapan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk Kepala Staf Presiden Moeldoko yang ingin masih mengambil kendali partai tersebut lewat Instagram pribadinya.
Secara jelas Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berpendapat bahwa Kepala Staf Presiden Moeldoko masih ingin bertekad mengambil alih partai.
"Langkah ini ditempuh untuk merespon sikap Kepala Staf Presiden Moeldoko yang masih berupaya mengambil alih Partai Demokrat dengan mengajukan Peninjauan Kembali atau PK ke Mahkamah Agung," Tegas Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada unggahan Instagramnya.
Dalam keterangan pers tersebut, AHY menegaskan bahwa tidak ada bukti baru sebagaimana yang di klaim oleh Kepala Staf Presiden Moeldoko sebagai dasar PK.
Selain itu AHY juga mengungkapkan tidak ada celah bagi Moeldoko untuk mengambil alih kendali Partai Demokrat.
Meski demikian, AHY menegaskan bahwa Partai Demokrat tetap waspada dan siap mempertahankan kedaulatan partainya di tengah situasi ketidakpastian hukum di Indonesia.
Turut hadir dalam keterangan pers tersebut Sekjen Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya, serta seluruh pimpinan dan pengurus DPP Partai Demokrat.
AHY menegaskan semangat partainya dengan menyebutkan "Demokrat S14P!" yang berarti Demokrat selamanya satu untuk partai.***

Share this article
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkap bahwa Kepala Staf Presiden Moeldoko masih ingin mengambil kendali partai