AYOJAKARTA.COM - FIFA batalkan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.
Tentu ini menjadi duka bagi Indonesia yang hilang kesempatannya untuk menjadi tuan rumah ajang Piala Dunia U-20.
Dalam hal ini Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono juga kesal dan menyesali gagalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.
Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, mengaku memang di situasi sekarang sudah masuk tahun politik.
Baca Juga: AHY Harus Siap-siap, Sosok Ini Sangat Sulit Ditandingi sebagai Cawapres Terkuat di Pilpres 2024
Di mana, jelang Pemilu 2023, tekanan dan kepentingan politik ikut berdampak pada segala ranah.
Selain berimbas ke ranah hukum, ini juga seolah dikaitkan terhadap putusan FIFA yang membatalkan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.
"Tekanan dan kepentingan politik ini bahkan bukan hanya masuk dalam ranah hukum. Dunia olahraga kita pun kena imbasnya," ujar AHY, dikutip AyoJakarta.com melalui kanal YouTube KOMPASTV, Senin, 3 April 2023.
AHY menyebut harapan masyarakat Indonesia yang tidak singkat ini harus kandas begitu saja hanya karena kepentingan politik.
Baca Juga: AHY Yakin Dipilih Anies Baswedan Jadi Cawapres, Netizen: Optimis Boleh Tapi Harus Realistis
"Penantian panjang rakyat Indonesia, ditambah masa persiapan tiga tahun, agar tim sepak bola nasional berlaga di Piala Dunia U-20 harus kandas hanya karena ada kepentingan politik pihak tertentu," tutur AHY.
Imbas dari itu, kabarnya FIFA sedang mempertimbangkan untuk memberikan sanksi berat terhadap Indonesia.
Oleh karena itu, Erick Thohir selaku Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) berupaya untuk melakukan negosiasi kepada FIFA.
"Saya juga akan bekerja keras untuk kembali bernegosiasi kepada FIFA untuk menghindari sanksi yang bisa terjadi," ungkap Erick Thohir.
Baca Juga: Waduh, AHY Dihadapkan Tantangan Berat Ini jika Ingin Jadi Cawapres di Pilpres 2024
"Tapi tentu kalau dilihat dari suratnya itu jelas bahwa FIFA sedang mempelajari dan mempertimbangkan sanksi untuk Indonesia," sambungnya.
Untuk mempersiapkan ajang Piala Dunia U-20, Indonesia terhitung sudah mengalami kerugian yang cukup besar sebagaimana dilansir melalui kanal YouTube MetroTV.
Pasalnya tahun 2020 Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) mengajukan dana sebesar Rp400 miliar untuk mempersiapkan Timnas dan kebutuhan lainnya.
Kemudian Tahun 2022 juga dilaporkan persiapan ajang Piala Dunia U-20 menghabiskan sejumlah dana Rp500 miliar.
Kemudian terjadi Tragedi Kanjuruhan yang membuat kekhawatiran bahwa FIFA akan mencabut status Indonesia sebagai tuan rumah.
Akan tetapi berkat perjuangan Presiden Joko Widodo yang berkoordinasi dengan Presiden FIFA Gianni Infantino, Indonesia tetap dijadikan tuan rumah piala dunia.
Sehingga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan dana sebesar Rp400 miliar tahun 2020 dan Rp175 miliar tahun 2023 untuk renovasi stadion.
Maka anggaran biaya yang sudah Indonesia habiskan untuk mempersiapkan ajang Piala Dunia U-20 terhitung mencapai lebih dari Rp1,4 triliun.***

Share this article
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kesal dan menyesali gagalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20, singgung pemilu.