Data Mahfud MD Dituding Beda dengan Kemenkeu soal Transaksi Mencurigakan Rp349 Triliun, Wamenkeu Buka Suara..

Wamenekeu Suahasil Nazara
Wamenekeu Suahasil Nazara

AYOJAKARTA.COM - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara ikut memberikan klarifikasi terkait dugaan perbedaan data dengan Menko Polhukam Mahfud MD.

Wamenkeu Suahasil Nazara menyebut data Menko Polhukam Mahfud MD dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait transaksi mencurigakan Rp349 triliun tidak berbeda.

Dijelaskan bahwa pada dasarnya data transaksi mencurigakan Rp349 triliun tersebut sama, yang membedakan hanya pengklasifikasiannya saja.

Baca Juga: ALHAMDULILLAH! David Ozora Membaik saat Dijenguk Istri Menteri Agama, Responnya Bikin Haru!

Dalam hal ini, Wamenkeu Suahasil menjelaskan selama ini Kemenkeu tidak menerima 100 surat Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Diketahui justru surat itu dikirimkan ke aparat penegak hukum (APH) sebagaimana dijelaskan Suahasil.

"Kementerian Keuangan itu tidak menerima surat yang dikirimkan kepada APH," kata Suahasil Nazara dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube KOMPASTV.

"Karena itu semua surat yang dikirim pada APH itu kita kelompokkan jadi satu yang oranye," sambungnya.

Baca Juga: Benarkah CPNS 2023 Dibuka April Ini? Simak Pengumuman dan Formasi Penerimaan Calon ASN

Kemenkeu menjelaskan ada dua klasifikasi surat PPATK soal transaksi janggal RP 349 triliun di Kemenkeu.

Pertama terdapat 135 surat PPATK yang dikirim ke Kemenkeu dan 64 surat yang dikirim ke APH.

Jika dijumlah, kedua klasifikasi pengiriman surat itu memiliki total nilai Rp 35 triliun.

Baca Juga: Nota Keberatan AG Ditolak JPU, Kuasa Hukum Enggan Sampaikan Isi Pokok Perkara

"Kalau yang nomor satu, kita pecah, mana diantara 35 triliun itu yang benar-benar di Kementerian Keuangan, mana yang dikirim ke APH," ungkap Suahasil.

"Maka jadinya tabel yang sebelah kanan, ada dua, yang 35 triliun dipecah dua," sambungnya.

Dimana surat yang dikirimkan ke Kemenkeu disebut melibatkan sejumlah 363 PNS Kemenkeu dengan nilai lebih dari Rp22 triliun.

Sementara, 64 surat dikirimkan ke aparat penegak hukum (APH) ini melibatkan 103 PNS Kemenkeu dengan nilai lebih dari Rp13 triliun.

Baca Juga: Rafael Alun Ungkap Mario Dandy Berubah Pasca Dapat Pendidikan Semi Militer, Cuma Alasan?

"Ada surat yang dikirimkan ke Kemenkeu dapatnya 22 triliun, dan surat yang dikirimkan ke APH dapatnya 13 triliun," jelas Suahasil.

Maka jika ditotal seluruh surat PPATK memiliki nilai Rp349,874 triliun.

"Nilai totalnya berapa? 349,874 triliun," tutur Suahasil.

Baca Juga: HEBOH Lee Do Hyun dan Lim Ji Yeon Berkencan, Pasangan The Glory Beda Usia 5 Tahun!

Maka, Wamenkeu menegaskan bahwa tidak ada perbedaan data antara Menko Polhukam dengan Kemenkeu terkait transaksi mencurigakan Rp349 triliun.

Dimana, sumber datanya sama yakni dari PPATK namun cara menyajikan atau klasifikasinya bisa berbeda.

"Sumber datanya sama yaitu rekap surat PPATK, cara menyajikannya bisa berbeda," pungkas Suahasil.

Kemudian, Mahfud MD juga turut merespons hal tersebut bahwa apa yang ia sampaikan saat sidang bersama DPR adalah benar.

Baca Juga: Tolak Israel hingga Dirujak Warganet, PDIP Yakin Ganjar Pranowo Tidak Kehilangan Suara: Justru Naik

"Akhirnya clear, kan? Wamenkeu mengakui tidak ada perbedaan data antar Kemenkeu dan Menko Polhukam/PPATK ttg dugaan pencucian uang. Angka agregat 349T dengan 300 surat. Bedanya hanya cara memilah data. Itu yang saya bilang di DPR. Sekarang tinggal penegakan hukumnya," tulis Mahfud MD melalui akun Twitter @mohmahfudmd.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# transaksi mencurigakan Rp349 triliun
# Wamenkeu
# Suahasil Nazara
# Menko Polhukam
# Mahfud MD

News Update

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.