AYOJAKARTA.COM--Seorang ibu hamil bernama Kurnaesih (39) dikabarkan meninggal dunia di Subang bersama calon buah hatinya karena ditolak masuk ke RSUD Subang.
Hal ini dikonfirmasi oleh suami dari korban yakni Juju Junaedi (46) yang diunggah melalui akun Instagram @undercover.id (7/3/2023).
Juju bercerita bahwa awalnya sang istri merasakan kontraksi saat berada di dalam rumah, karena kondisinya terus menurun ia kemudian berinisiatif membawa istrinya untuk mendapatkan penanganan di Puskesmas Tanjungsiang.
"Sudah drop waktu masih di rumah tuh saya bawa langsung ke Puskesmas terus sama masih gitu, tidak ada perubahan terus akhirnya dibawa langsung ke RSUD Subang," ucap Juju.
Baca Juga: Viral Vidio Klitih di Magelang, Pelaku Akhirnya Diamankan Pihak Kepolisian: Masih Berstatus Pelajar
Juju menerangkan bahwa saat awal ia tiba di RSUD Ciereng Subang masih sempat diterima, hingga kemudian ia ditanya tentang rujukan dari pihak rumah sakit.
Namun karena tidak membawa rujukan istrinya ditolak di RSUD tersebut, Juju lantas membawa istrinya ke rumah sakit di Bandung, namun dalam perjalanan Juju mengatakan bahwa istrinya tidak kuat dan meninggal dunia bersama calon buah hatinya.
Ia juga menambahkan bahwa saat berada di RSUD Subang tersebut, istrinya tidak mendapatkan penanganan apapun dari pihak rumah sakit.
Baca Juga: Ngeri! Viral Video Seorang Suami Tiba-tiba Gendong Istrinya dan Lempar ke Laut dari Atas Kapal
"Tidak ada tindakan sama sekali dari RSUD Cierengnya langsung ada saya bawa ke Bandung sama Ibu Bidan Puskesmas pakai ambulans di Puskesmas Tanjungsiang. Istri saya tidak kuat dan meninggal duluan waktu mau ke rumah sakit di Bandung," ucap Juju.
Setelah kasus ini mendadak viral, Menteri Kesehatan saat memberikan tanggapannya mengatakan bahwa pihaknya akan meminta konfirmasi kepada Dinas Kesehatan Subang.
"Iyah, nanti saya bicara sama Dinkesnya. Informasi ini baru saya dapat, di Subang yah (kejadiannya)," ucap Menkes Budi Gunadi saat diwawancarai awak media.
Kemudian saat Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang yakni dr. Maxi dikonfirmasi oleh awak media mengatakan bahwa ia menyesalkan adanya penolakan dari pihak RSUD Subang hingga menyebabkan korban meninggal dunia.
Dr. Maxi mengatakan bahwa pihak rumah sakit tidak ada niat untuk mencelakakan korban melainkan pada saat itu kondisi ICU sedang dalam keadaan penuh.
"Tidak ada niat mencelakakan atau menolak pasien, karena saat itu memang kondisi ICU penuh. Kami menyesali karena situasi seperti ini membuat akibat yang sangat fatal dan memilukan bagi almarhumah dan keluarga. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran penting dan mawas diri bagi seluruh pelayan kesehatan," ucap dr. Maxi.**

Share this article
Ia juga menambahkan bahwa saat berada di RSUD Subang tersebut, istrinya tidak mendapatkan penanganan apapun dari pihak rumah sakit.