AYOJAKARTA.COM – Ditengah badai perpecahan rumah tangga pasangan Dedi Mulyadi dengan Ambu Anne, kabar kurang menyenangkan kembali terdengar.
Ambu Anne diketahui sudah mengemas barang-barang milik pribadinya yang selama ini tersimpan di Desa Sawah Kulon, Pasawahan Purwakarta.
Barang-barang tersebut merupakan barang yang sudah dibeli oleh Ambu Anne dengan menggunakan uang pribadinya.
Barang berupa perlengkapan dapur seperti koleksi piring, kasur, gorden, serta sejumlah Air Conditioner sudah dikemas.
Baca Juga: Tak Hanya Minta Nama Baik Dipulihkan, Orang Tua Yosua Juga Berharap Kenaikan Pangkat untuk Anaknya
Menurut salah satu saksi, barang tersebut kemudian dibawa Ambu ke rumah pribadinya yang berada di Cianjur, Jawa Barat.
“Kayanya dibawa ke rumah pribadinya Ambu Anne ke Cianjur,” ungkap sumber yang tidak ingin diketahui namanya tersebut.
Terkait kabar pemindahan barang-barang pribadi, saat dilakukan persilangan informasi Ambu Anne tidak membantah.
Menurutnya, semua barang-barang tersebut memang dibeli dengan uang pribadinya, serta memiliki nilai historis.
“Iya benar semua itu Ambu yang beli, seperti gorden yang coraknya hanya satu kali diproduksi,” ujar Ambu Anne.
Bukan hanya itu, Ambu juga membenarkan mengenai barang-barang pribadi yang sudah dipindahkan lokasinya ke Cianjur.
Sehubungan dengan penyebab datangnya niat berpisah dengan Kang Dedi Mulyadi, Ambu Anne kembali memberi alasan.
Menurut Ambu persoalan nafkah yang tidak dipenuhi Kang Dedi, KDRT secara psikologis, serta transparansi keuangan menjadi akar persoalan.
“Saya juga tidak tahu berapa aset yang dimiliki suami saya kecuali di LHKPN, karena kalau beliau mau beli sesuatu tidak pernah ngomong ke saya,” jelas Ambu.
Terkait dengan pernyataan yang diungkap Ambu Anne tentang akar persoalan tersebut, Dedi Mulyadi selaku tergugat memberi tanggapan.
“Yang harus kita pikirkan hari ini sebagai pemimpin, bukan lagi ngurusin dapur kita karena sudah lebih,” terang Kang Dedi.
Kang Dedi menyinggung soal banyaknya warga Purwakarta yang terancam menganggur, bahkan terpaksa menjadi wanita penghibur.
“Ada warga Purwakarta yang dirumahkan, jumlahnya ribuan, hari ini ada orang umur 21 tahun sudah jadi PSK hanya untuk biaya hidup,” imbuh Kang Dedi.
Lebih lanjut Kang Dedi mengingatkan peran penting dan esensial yang dimiliki oleh seorang pemimpin.
Baca Juga: Terkuak! Inilah Alasan LPSK Sigap Proteksi Richard Eliezer Saat Sidang Vonis, Khawatir Ada Penyusup?
“Pemimpin itu sudah tidak boleh lagi memikirkan dirinya, Pemimpin ditugaskan untuk memikirkan Orang Lain, karena itu bedanya dengan rakyat,” jelas Kang Dedi.
Atas maraknya pemberitaan di jagad media sosial yang dipenuhi dengan kabar ancaman perceraian dalam rumah tangganya, Kang Dedi minta dimaafkan.
“Saya mohon maaf, bukan berita tentang prestasi tetapi perceraian, saya mohon maaf dan saya tidak berniat sama sekali,” pungkas Kang Dedi kepada awak media. ***

Share this article
Ditengah badai perpecahan rumah tangga pasangan Dedi Mulyadi dengan Ambu Anne, kabar kurang menyenangkan kembali terdengar.