AYOJAKARTA.COM -- Ronny Talapessy selaku kuasa hukum Richard Eliezer selalu mencuri perhatian.
Pasalnya, Ronny Talapessy selalu membela Richard Eliezer dengan penuh ketegasan.
Tak hanya itu, Ronny Talapessy dan Richard Eliezer selalu dikatakan sebagai kakak beradik.
Sebab hubungan keduanya terlihat seperti saudara yang saling mendukung.
Seperti yang diketahui, Richard Eliezer mendapat tuntutan penjara 12 tahun.
Hal itu tentu menjadi sorotan masyarakat, tak terkecuali pengacara Richard Eliezer yakni Ronny Talapessy.
Seusai pembacaan tuntutan untuk Richard Eliezer waktu lalu, terselip satu kata yakni 'Eksekutor'.
Hal itu yang membuat tim kuasa hukum Richard Eliezer bertanya-tanya.
Karena menurutnya, ketika dalam persidangan tidak pernah muncul kata 'Eksekutor'.
Namun saat sidang tuntutan untuk Richard Eliezer justru kata 'Eksekutor' itu muncul.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kompas.com pada Jumat (10/2/2023), Ronny Talapessy mengatakan keterangannya.
"Dalam proses persidangan tidak pernah muncul kata 'eksekutor' kok tiba-tiba di dalam tuntutan ada selip satu kata 'eksekutor'. Ini yang membuat kita bertanya, ini kenapa?," ujar Ronny Talapessy.
Ia menyebut bahwa di fakta persidangan dikatakan tembakan yang mematikan itu adalah saat mengenai kepala Brigadir J.
Dan bukan saat mengenai dada Yosua, karena setelah Richard Eliezer menembak, Brigadir J masih mengerang.
"Fakta persidangan, tembakan yang mematikan itu adalah di kepala bukan di dada," jelasnya.
Ronny Talapessy dan Richard Eliezer bagai pinang dibelah dua, banyak pihak yang menganggap bahwa keduanya dinilai memiliki kemiripan pada wajah mereka.
Menjelang jatuhnya vonis untuk para terdakwa, dukungan kepada Richard Eliezer terus mengalir.
Tak tanggung-tanggung 122 Aliansi Akademisi Indonesia pun turut memberi dukungan untuk Bharada E.
Bahkan Menko Polhukam dan LPSK juga gencar memberikan semangat untuk Richard Eliezer.***(Putri Ratnasari)

Share this article
Hal itu tentu menjadi sorotan masyarakat, tak terkecuali pengacara Richard Eliezer yakni Ronny Talapessy.