AYOJAKARTA.COM--Pengacara keluarga Brigadir Yosua, Kamaruddin Simanjuntak kembali mengulik informasi yang membuat geger warganet.
Kamaruddin Simanjuntak memang terkenal dengan sikapnya yang vokal dalam membuka suatu kebenaran.
Kali ini Kamaruddin Simanjuntak mengungkap adanya operasi senyap dengan nilai ratusan triliun rupiah.
Awalnya Pengacara keluarga Brigadir J ini mengungkap soal tuntutan Richard Eliezer yang lebih tinggi daripada Putri Candrawathi.
Atas dugaan hal tersebut, Kamaruddin Simanjuntak menduga bahwa karena adanya pengaruh uang yang besar dalam tuntutan.
“saya dengan sangat menyesal harus saya katakan PC terlalu banyak duitnya, Bharada Richard tak punya duit saya harus katakan itu,” kata Kamaruddin yang dikutip dari kanal YouTube Uya Kuya pada Kamis, 8 Februari 2023.
Pengacara Brigadir J menduga bahwa hal tersebut ada sangkut pautnya dengan judi online yang melibatkan Ferdy Sambo.
Tak tanggung-tanggung, nilai dari judi online itu disebut mencapai Rp 155 triliun rupiah.
“artinya PC ini pengaruhnya besar bersama Ferdy Sambo, hubungannya dengan banyak duit, judi online saja yang tadinya saya taksir cuma beberapa triliun ternyata Rp 155 triliun transaksinya bersama para mafia itu,” ungkapnya.
Menurut keterangannya, pihak PPATK juga telah menyampaikan bahwa ada transaksi sebesar Rp 155 triliun.
“tapi yang jelas PPATK telah bekerja dan mengumumkan Rp 155 triliun, nah tugas KPK sekarang merespon PPATK siapa yang bertransaksi di dalam Rp 155 triliun itu, kemana aliran dananya siapa yang menikmati, lembaga mana saja,” katanya.
Untuk itu, Kamaruddin mewanti-wanti Presidan jika Presiden Joko Widodo menyebut tidak tahu adanya transaksi tersebut maka kemungkinan negara dalam bahaya.
“apa mungkin Pak Jokowi selaku Presiden tidak tahu aliran Rp 155 triliun di negara ini, kalau sampai berani bilang Presiden tidak tahu berarti negara dalam keadaan bahaya, ada operasi Rp 155 triliun operasi kegelapan Presiden tidak tahu cuma Kamaruddin yang tahu kan begitu kan,” ujarnya.
Tak hanya kepada Presiden, Pengacara keluarga Brigadir J juga turut menyampaikan pesannya untuk Kapolri.
Bahwa negara sedang terancam jika ada transaksi kegelapan.
“kalau Kapolri mengatakan tidak tahu berarti negara dalam keadaan darurat, ada operasi senyap Rp 155 triliun transaksi kegelapan yang mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Kamaruddin.***

Share this article
Menurut keterangan Kamaruddin Simanjuntak, pihak PPATK juga telah menyampaikan bahwa ada transaksi sebesar 155 triliun.