AYOJAKARTA.COM - Anies Baswedan tercatat sebagai kandidat calon presiden Indonesia yang akan datang.
Kiprahnya di dunia politik tidak diragukan lagi, Anies Baswedan pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk kabinet kerja selama dua tahun yaitu 2014-2016.
Dalam persiapan majunya sebagai kandidat calon presiden Republik Indonesia, Anies Baswedan melakukan safari politik, dengan tujuan mengenalkan visi, misi dan melakukan pendekatan langsung terhadap masyarakat.
Safari politiknya tersebut, salah satunya berkunjung ke Desa Baduy. Kunjungan safari politik ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat dan momennya diunggah dalam akun Instagram aniesbaswedan.
Anies terlihat membagikan buku terhadap anak-anak di Desa Baduy tersebut.
Rektor termuda di Indonesia pada tahun 2007 ini juga mencoba bermain lato-lato, saat melihat seorang anak Desa Baduy mahir bermain lato-lato.
Lato-lato merupakan permainan lawas yang terdiri dari dua bandulan bola keras, dimana cara memainkannya dengan membenturkan kedua bandul tersebut.
Lato-lato kembali populer di kalangan masyarakat hampir seluruh wilayah penjuru tanah air, permainan ini menarik baik kalangan anak-anak, remaja, bahkan dewasa.
Baca Juga: Apa Istimewanya Puasa Senin Kamis? Buya Yahya Beberkan Alasannya, Bisa Menyesal Kalau Tak Dibiasakan
Baik di lingkungan sekolah, rumah maupun masyarakat seakan mengalami demam lato-lato, bahkan di beberapa tempat mengadakan perlombaan permainan lato-lato ini.
Keseruan Anies Baswedan bermain lato-lato dan berbaur dengan masyarakat setempat menunjukan kedekatan sosok Anies bagi mereka.
Bahkan dalam kunjungannya ini cucu dari pejuang kemerdekaan Abdurrahman Baswedan mendapatkan ikat kepala adat Baduy, sebagai bentuk penghormatan dan dukungan masyarakat terhadap calon kandidat presiden RI ke depan.
Dalam kebersamaannya di tengah masyarakat Desa Baduy Anies mengutarakan maksud dari kunjungannya tersebut.
"Kami datang untuk silaturahmi, kami datang untuk mendengar, dan kita merasa penting untuk pemerintah, memberikan perlindungan, memberikan sebuah kebijakan agar masyarakat Baduy ini bisa memiliki lahan yang cukup, karena pertambahan penduduk tidak seimbang dengan luas lahan yang dapat diolah oleh masyarakat Baduy,"tutur Anies.
"Itu salah satu problematika, sedangkan di sini ada lahan pemerintah yang cukup luas,"lanjut Anies.
"Semoga kedepan kita berharap bisa dibuat langkah-langkah agar masyarakat Baduy memiliki lahan yang cukup untuk bercocok tanam menggunakan tanah yang ada di sekitar sini juga, toh ini milik kita milik negara untuk diberikan manfaat bagi semuanya,"tegas salah satu calon kandidat presiden Republik Indonesia ke depan.
Anies Baswedan juga menyampaikan kekagumannya terhadap masyarakat Baduy.
Menurutnya masyarakat Baduy menjadi contoh bagaimana kita dapat hidup berdampingan dengan alam, menjaganya, dan mengambil manfaatnya tanpa harus merusak alam.
Masyarakat Baduy berharap kelak jika Anies menjadi presiden RI maka janji yang telah disampaikan bisa benar-benar terlaksana.
Janji tersdebut yakni perluasan lahan garapan bagi masyarakat Baduy dengan memanfaatkan lahan pemerintah yang ada di sana.
Sebelum meninggalkan Desa Baduy, Anies Baswedan juga terlihat membeli beberapa hasil kerajinan tangan masyarakat Baduy, seperti kain tenun, yang menurutnya memiliki nilai jual yang tinggi.***

Share this article
Dalam kebersamaannya di tengah masyarakat Desa Baduy Anies mengutarakan maksud dari kunjungannya tersebut.