AYOJAKARTA.COM---Menko Polhukam Mahfud MD ikut memantau kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua yang menyeret mantan Kadiv Propam Polri.
Secara blak-blakan Mahfud MD mengungkapkan ada gerakan bawah tanah yang diduga mengintervensi putusan pengadilan pengaruhi vonis hakim.
Menurut informasi yang telah dikantongi oleh Mahfud MD, gerakan bawah tanah itu dilakukan oleh pejabat tinggi pertahanan dan keamanan di Indonesia.
Baca Juga: Terpopuler! Irma Hutabarat Bongkar Isi Whatsapp Yosua Ke Putri Candrawathi: Sampai Akhir Hayat ....
Tak tanggung-tanggung, Menko Polhukam menyebut bahwa gerakan tersebut sebagai gerilya. Yang mana ada yang minta dibebaskan ada pula yang minta dihukum.
Bukan itu saja, ia juga telah mendengar gerakan-gerakan yang minta pesanan putusan Ferdy Sambo dengan huruf dan ada pula yang meminta dengan angka.
Baru-baru ini beredar video di YouTube terkait Mahfud MD berkaitan dengan kasus yang menimpa Ferdy Sambo dengan judul:
“4 Perwira Penebar Suap Diamankan ! Berkat Kerja sama epik Mahfud MD dan Arsul Sani Anggota DPR-RI,” tulis judul dalam video.
Dikutip AyoJakarta.com, Minggu (29/1/2023), video tersebut diunggah oleh akun YouTube Tanianews.
Tak hanya itu saja, thumbnail video menunjukkan seorang pria yang diduga sebagai Mahfud MD bersebelahan dengan seorang pria yang diduga sebagai Arsul Sani.
Latar dalam thumbnail yakni ruang pers KPK terlihat ada empat orang menghadap ke belakang mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK.
Tak ketinggalan pula dalam thumbnail video tersebut disematkan tulisan dengan kalimat senada yakni:
“4 PERWIRA TINGGI DIAMANKAN !! KERJA SAMA MAHFUD MD & ANGGOTA DPR-RI ARSUL SANI BERHASIL BONGKAR ALIRAN DANA SUAP SAMBO.
Lalu benarkan video yang beredar dengan tulisan-tulisan yang disematkan dalam thumbnail tersebut?
Ternyata setelah diperhatikan lebih detail, isi dari video tidak sesuai dengan yang ada pada judul video dan thumbnail dari video.
Dalam video hanya menampilkan beberapa tangkapan layar dari Anggota DPR RI Arsul Sani dan Mahfud MD serta tanggapan layar Ferdy Sambo.
Video tersebut diberikan narasi dari artikel dari laman Kompas.tv yang telah dipublikasikan pada 19 Agustus 2022 berjudul:
“Anggota Komisi III: Bila Ada Aliran Uang Suap Ferdy Sambo ke DPR, Ungkap dan Proses Hukum.”
Dalam narasi video menyebutkan bahwa anggota Komisi 3 DPR RI Arsul Sani mempertegas bila ada aliran uang suap Ferdy Sambo ke DPR ungkap dan proses hukum secepatnya.
Narasi yang dibubuhkan dalam video merupakan artikel berita yang telah lama yakni pada awal-awal kasus Ferdy Sambo terbongkar.
Sampai sekarang belum ada pemberitaan yang menyebutkan bahwa ada perwira tinggi yang ditangkap KPK akibat suap Ferdy Sambo seperti yang tertera dalam judul dan video.
Memang Mahfud MD mengungkapkan bahwa dirinya mengawasi dan mengawal jalannya proses persidangan tetapi belum ada klarifikasi terkait suap perwira tinggi.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa judul dan video tersebut termasuk dalam clickbait. Serta unggahan video tersebut termasuk dalam video hoaks atau tidak benar.***

Share this article
Latar dalam thumbnail yakni ruang pers KPK terlihat ada empat orang menghadap ke belakang mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK.