AYOJAKARTA.COM - Ayah korban pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat menanggapi Pledoi Ferdy Sambo dalam sidang pembacaan nota pembelaan yang digelar di PN Jaksel (24/12023) kemarin.
Dalam tanggapannya, Ayah Yosua, Samuel Hutabarat mengatakan permintaan maaf Ferdy Sambo tak tulus.
Dirinya mengharapkan hukuman yang seberat-beratnya kepada Ferdy Sambo yaitu hukum mati.
Baca Juga: Terungkap! 10 Poin Nota Pembelaan Ferdy Sambo: Rasa Bersalah dalam Diri Saya Tak Pernah Berhenti
Tanggapan Keluarga Korban
Ayah Brigadir Yosua Hutabarat, Samuel Hutabarat menanggapi apa isi pledoi yang disampaikan oleh terdakwa Ferdy Sambo.
Dilansir Ayojakarta.com melalui Youtube Kompas TV Pada (25/1/2023), Samuel hutabarat menyebut membantah adalah hak terdakwa Ferdy Sambo.
Ia tetap berharap hukuman terberat dijatuhi kepada terdakwa Ferdy Sambo.
"Kami sangat berharap, pasal 340 diterapkan untuk dia, yang didalamnya itu kan, hukuman mati, seumur hidup, dan paling lama tahanan penjara 20 tahun," tutur Samuel.
"Kemarin kan dia sudah dituntut seumur hidup, kami sangat berharap hukuman maksimal, hukuman mati. Biar tidak ada lagi 'Sambo-Sambo' di kehidupan berikutnya," lanjut ayah Brigadir Yosua tersebut.
Samuel Hutabarat juga menilai permintaan Ferdy Sambo hanyalah simbolik. Ia merasa dari awal tidak ada rasa penyesalan dalam diri Ferdy Sambo dan seolah-olah ada rasa dendam dalam dirinya (Ferdy Sambo).
Isi Pledoi Ferdy Sambo
Sidang pembacaan nota pembelaan Ferdy Sambo telah selesai digelar di PN Jaksel pada 24 Januari 2023.
Dalam agenda tersebut, terdakwa Ferdy Sambo membacakan pledoinya yang diberi judul 'Setitik Harapan Dalam Ruang Sesak Pengadilan'.
Melalui nota pembelaannya, Ferdy Sambo mengatakan mendapat tekanan yang luar biasa dari berbagai pihak terhadap dirinya dan keluarga.
Dia (Ferdy Sambo) merasa nyaris kehilangan haknya sebagai seorang terdakwa karena dianggap bersalah sejak awal hingga dirinya disebut sebagai penjahat terbesar sepanjang sejarah umat manusia.
Ferdy Sambo juga tidak membenarkan tudingan sebagai bandar narkoba, judi, perselingkuhan, LGBT, hingga memiliki bunker berisi uang ratusan triliun, dalam pledoi yang dibacakannya.
Baca Juga: Angkat Suara Terkait Kenaikan Biaya Haji 2023, Jokowi: Belum Final Udah Ramai
Selain itu dirinya tidak pernah merencanakan pembunuhan terhadap Brigadir Yosua dan menolak keterangan-keterangan yang memberatkan yang disampaikan oleh Bharada Richard Eliezer.
Ferdy Sambo menyampaikan penyesalan dan meminta maaf kepada keluarga korban Brigadir Yosua, Presiden dan jajarannya, Kapolri, serta Institusi Polri atas apa yang telah dirinya lakukan.***

Share this article
Samuel Hutabarat, Ayah Yosua, mengatakan permintaan maaf Ferdy Sambo tak tulus. Hingga minta Sambo dihukum maksimal atau hukuman mati