AYOJAKARTA.COM - Ferdy Sambo diduga masih punya dukungan lewat gerakan bawah tanah yang akan meringankan hukumannya.
Tuntutan pada Ferdy Sambo adalah hukuman penjara seumur hidup yang diduga juga hasil dari gerakan bawah tanah ini.
Isu yang beredar menyebut gerakan bawah tanah Ferdy Sambo ini digerakkan oleh orang-orang yang memiliki utang budi pada mantan Kadiv Propam Polri ini.
Adapun nama orang-orangnya juga diisukan ada di dalam buku hitam yang selalu dibawa oleh Ferdy Sambo dalam sidang.
Diduga dalam buku hitam tersebut berisi daftar nama anggota kepolisian yang menanggung utang budi.
Hal ini ternyata dianggap wajar oleh pengamat intelijen Soleman B Ponto soal pembelaan Ferdy Sambo ini.
"Pasti dimanfaatkan, namun berhasil atau tidak?" ujarnya, dikutip AyoJakarta.com dari YouTube KompasTV.
Baca Juga: TERPOPULER: Mahfud MD Harap Ada Angin Segar untuk Bharada Richard Eliezer Bebas dari Hukuman
Sebagai pemerhati dunia intelijen Indonesia, Soleman mengungkapkan jika ia tak hanya melihat upaya membela diri lewat gerakan bawah tanah, namun menganggapnya sebagai hal yang memang sudah pasti ada.
"Upaya itu wajar, dan pasti ada," tambahnya menjelaskan.
Ia pun menilai jika usaha yang dilakukan Ferdy Sambo ini berhasil.
Itu terlihat dari upaya yang dilakukan Ferdy Sambo mampu menuai hasil yang diharapkan.
Saat ditanya soal sikap negara yang terlihat diam saja, Soleman langsung memberikan tanggapan tegas.
"Terus masa negara diam saja?" tanya pembawa acara dalam acara Sapa Indonesia Malam yang tayang pada 23 Januari 2023.
"Masih belum selesai ini. Tunggu, ujungnya masih panjang kata pak Benny bilang," balasnya tegas.
Ia mengatakan selalu melihat dan mengawasi langkah yang dilakukan oleh Ferdy Sambo.
"Langkah awal dari tuntutan, ada keberhasilan ini," tandasnya mengakhiri.
Kecurigaan Soleman Ponto pada Jaksa
Soleman Ponto juga mencurigai hal ini dan mengungkapkan soal ketegasan jaksa.
"Kalau dari awal, dari tuntutan saya lihat ada keberhasilan di sana," ungkapnya dikutip dari program Sapa Indonesia Malam pada Rabu, 25 Januari 2023.
Baca Juga: Pledoi Ferdy Sambo Ditanggapi Kecut oleh Pengacara Brigadir J, Pak Jenderal Dibilang Baper!
Disebutkan, jika menggambarkan ketegasan jaksa pada Ferdy Sambo semula sangat tegas. Bahkan jika dibuat grafik garis ketegasan jaksa ada di atas.
"Jaksa sendiri ketika dari awal itu betul-betul kalau digambar garis, garis di atas sekali," ucap Soleman Ponto menjelaskan.
"Tapi di ujungnya dia turun, nah untuk turun ini apa alasannya untuk turun?" tanyanya heran.
Disebutkan juga soal penurunan ketegasan ini menjadi persoalan dan polemik.
"Itukan yang jadi persoalan?" tutur Soleman lagi.
Menurutnya, jika tiba-tiba jaksa melunak pada terdakwa, akan ada warning. Namun kali ini tidak, sehingga membuat Soleman heran.
Keheranannya sedikit berkurang usai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD ikut bicara soal hal ini.
Disebutkan Mahfud MD adanya gerilya atau gerakan bawah tanah yang membantu Ferdy Sambo.
"Turunnya grafik karena ada gerilya," tandasnya tegas.***

Share this article
Soleman mengungkapkan jika ia tak hanya melihat upaya membela diri lewat gerakan bawah tanah, namun menganggapnya sebagai hal yang pasti ada