AYOJAKARTA.COM – Sidang kasus pembunuhan berecana terhadap Brigadir Yosua akan memasuki babak baru.
Kuat Maruf dihadirkan dalam sidang dan diperiksa sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (9/1/2023).
Ia mengungkapkan alasan mengapa menjadi orang terakhir yang mengakui skenario buatan Ferdy Sambo.
Padahal dibandingkan dengan terdakwa lainnya yang ternyata sudah mengakui skenario buatan Ferdy Sambo, akan tetapi hanya Kuat Maruf yang tetap kukuh tidak menyampaikan kepada penyidik.
Dikutip AyoJakarta.com melalui unggahan YouTube KOMPASTV, Kamis (14/1/2023), jaksa bertanya tentang telepon Ferdy Sambo yang meminta Kuat Maruf untuk jujur.
“Kenapa saudara sampai harus ditelepon oleh Ferdy Sambo, memangnya apa yang ditanyakan oleh penyidik sampai anda tidak mau menjawab itu bagaimana?” tanya jaksa.
Baca Juga: Hakim Taruh Kepercayaan ke Anak Buah Ferdy Sambo Ini
Kuat Maruf mengatakan bahwa dirinya ditelpon untuk mengakui skenario yang dibuat oleh Ferdy Sambo tentang tembak menembak.
Tak hanya itu saja, ia juga mengungkapkan bahwa dirinya terpaksa tidak berkata jujur, dan tidak mau menjawab pertanyaan saat itu ke penyidik karena rasa takutnya kepada atasannya.
“Ya takut sama Bapak lah (Ferdy Sambo),” ujar Kuat Maruf.
Jaksa heran dengan janji Kuat Maruf kepada Ferdy Sambo apakah sampai sekuat itu sehingga tetap menutupi kebenaran dari penyidik.
Baca Juga: Publik Murka! PN Jaksel Ramai Digeruduk Massa, Minta JPU Tuntut Hukuman Mati Ferdy Sambo CS
“Iya lah saya takut sama bapak (Ferdy Sambo),” kata Kuat.
Tak hanya itu saja, jaksa sampai kaget, pasalnya penyidik sudah memberitahukan bahwa Kuat Maruf bahwa dirinya menjadi orang terakhir yang belum mengakui skenario yang dibuat oleh Ferdy Sambo.
“Anda sudah diberitahukan oleh penyidik? Dan tetap nggak ngaku?” tanya jaksa memastikan.
“Udah diberitahukan, nggak ngaku,” jawab Kuat Maruf.
Baca Juga: Terungkap! Ferdy Sambo Lenyapkan CCTV, Chuck Putranto Sudah Jatuh Tertimpa Tangga
“Kuat banget ya sama kayak orangnya ya memegang janji,” ujar jaksa heran sambil tertawa.
Menanggapi hal tersebut, supir pribadi Ferdy Sambo menuturkan bahwa dirinya dirinya tidak mau jadi orang yang berkhianat kepada Ferdy Sambo.
“Ya intinya saya tidak mau jadi orang penghianat,” jelas Kuat Maruf.
Jaksa menanyakan pertanyaan penyidik pada saat itu, Kuat Maruf kemudian menceritakan awal mula dirinya diperiksa penyidik terkait kematian Brigadir Yosua.
Baca Juga: Waspada! Status Gunung Api Dieng Naik dari Normal menjadi Waspada, Dilarang Mendekat!
Ia menuturkan bahwa dirinya melakukan kesalahan di awal pemeriksaan karena tidak paham sehingga langsung menceritakan peristiwa di Magelang.
Menurut Kuat Maruf, awalnya penyidik menanyakan tentang KTP serta alamat dan meminta dirinya untuk menulis, tetapi ia beralasan masih gemetaran sehingga yang menulis dari pihak penyidik.
Setelah itu ia diminta untuk menceritakan peristiwa yang terjadi. Tanpa berpikir panjang ia langsung menceritakan peristiwa di Magelang.
Dalam pengakuannya, Kuat Maruf memiliki salah dengan Brigadir Yosua ketika di Magelang, sedangkan pada penembakan di rumah Duren Tiga dirinya tidak tahu akan salahnya.
Baca Juga: Merasa Janggal, Cuma Chuck Putranto yang Berani 'Todong' Ferdy Sambo: Jenderal Tembak Yosua?
“Karena saya yang punya salah sama Yosua itu di Magelang, kalau soal Duren Tiga kan saya salahnya apa,” jelas Kuat Maruf.
“Betul karena di otak saya salahnya di Magelang,” tambahnya.***

Share this article
Di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, sepanjang sidang kasus pembunuhan Brigadir Yosua, Kuat Maruf yang jadi orang terakhir akui skenario