AYOJAKARTA.COM – Martin Simanjuntak geram dengan pengacara Ferdy Sambo, Febri Diansyah.
Pasalnya, Febri Diansyah memberikan 35 barang bukti dalam persidangan yang salah satunya adalah foto Brigadir Yosua sedang ada di klub malam.
Sebanyak 35 barang bukti yang dihadirkan Febri Diansyah berupa foto, video, rangkuman dokumen, berita dari berbagai media, dan peraturan kepolisian.
Barang bukti tersebut kemudian dinilai tidak pada porsinya. Alih-alih menghadirkan barang bukti yang bisa mengungkap kebenaran seperti contohnya hasil visum, Febri Diansyah malah menampilkan foto Yosua pada klub malam.
Baca Juga: Terhenti Tangisan Putri Candrawathi, Hakim Wahyu Malah Katakan Ini: Saya Cuman Ingin...
“Marahnya (Ferdy Sambo) bukan marah yang spontan tapi marah yang bisa merencanakan. Kalau kita kaitkan dengan dalilnya si Febri ini ya yang mengatakan ada pemerkosaan sayangnya sudah rontok,” ujar Martin.
Selain tidak adanya bukti visum, rumah Magelang merukapan kediaman dari atasan Yosua yaitu Ferdy Sambo.
Oleh karena itu seharusnya dari fakta ini menjadikan Ferdy Sambo bisa dengan mudah menemukan DNA Yosua dalam rumahnya sebagai bukti.
“Tidak ada visum. Lalu yang kedua, rumah Magelang ini kan mereka kuasai, yang namanya pemerkosaan pasti ada jejak DNA. Bisa ngga mereka buktikan?” kata Martin.
Baca Juga: Terpopuler! Dipecat PO Haryanto, Rian Mahendra Akui Kebodohannya karena Hal Ini
Hal ini membuat Martin geram karena merasa foto Yosua yang ditampilkan oleh Febri Diansyah tersebut tidak ada hubungannya dengan kasus ini.
Martin pun mencecar Febri Diansyah dengan pertanyaan-pertanyaan pedas secara bertubi-tubi.
“Yang mereka buktikan apa? Foto pergi ke klub malam yang tidak ada hubungannya. Apakah kalau orang ke klub malam bisa dibunuh? Apakah kalau orang ke klub malam tersebut berarti dia pemerkosa?” ucap Martin.
Dalam foto tersebut tidak hanya menampilkan Yosua saja tapi ada juga bawahan Ferdy Sambo yang lain yang bernama Daden.
Menurut Martin, adalah tidak masuk akal menilai seseorang bisa melakukan pelecehan seksual karena pernah mengunjungi klub malam.
“Kalau memang benar seperti itu maka Daden harus dibunuh juga dan kalau memang benar seperti itu saya pikir hampir 90% advokat di Indonesia ini harus dibunuh. Kenapa? Karena mereka suka ke klub malam juga,” ujar Martin geram, dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube MetroTV (10/1/2023).
Febri tidak pernah menduga hal ini justru akan berunjung blunder dan mendapatkan ultimatum dari pihak Yosua sebagai korban dalam kasus pembunuhan ini.
Pendapat martin perihal barang bukti yang tidak berhubungan dengan kasus disetujui oleh Suparji Ahmad sebagai Pakar Hukum Pidana.
“Dalam konteks hukum acara pidana maka sesungguhnya barang bukti yang telah dihadirkan oleh penasehat hukum ibu PC dan Ferdy Sambo saya kira tidak pada porsinya, tidak memiliki proporsi begitu,” kata Suparji Ahmad.
Namun walaupun demikian, Suparji Ahmad menganggap barang bukti yang telah ditampilkan harus tetap dihargai, dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube KOMPAS TV (10/1/2023).***

Share this article
Martin geram, merasa foto Yosua yang ditampilkan Febri Diansyah tidak ada hubungannya dengan kasus ini. Ia mencecar dengan pertanyaan pedas.