AYOJAKARTA.COM - Terdakwa Kuat Ma'ruf kembali menjalani sidang lanjutan perkara pembunuhan berencana Brigadir J, dimana dirinya mengaku menangis saat ditelepon Ferdy Sambo.
Kuat mengatakan dirinya menangis karena ditanya Ferdy Sambo terkait kesiapannya masuk penjara, dalam hal tersebut Kuat Ma'ruf mengaku lupa kapan persisnya ditelepon oleh Sambo.
Selanjutnya Kuat pun menjelaskan bahwa Ferdy Sambo memberi intruksi kepadanya agar siap menerima konsekuensi dengan hukuman penjara.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kompas TV bahwa ketika Kuat Ma'ruf mendengar hal tersebut, Kuat mengaku hanya bisa terdiam karena tidak menyangka Ferdy Sambo berbuat seperti itu kepada dirinya.
"Bapak ngomong sama saya, 'Sudah Wat, ceritain saja semuanya. Bohong-bohong itu capek Wat. Kamu siap, ya, Wat. Siap di penjara'. Saya nangis pada saat itu," ungkap Kuat Ma'ruf.
Selain itu, Kuat menerangkan Ferdy Sambo sempat kesal kepadanya karena tidak cerita soal peristiwa di Magelang.
"Bapak bilang, 'sudah lagian kamu juga apa-apa nggak cerita sama saya, kamu di Magelang juga nggak cerita sama saya'.
Saya nggak jawab nangis saja pada waktu itu. Dalam hati saya bilang, "bapak nggak tanya, gimana saya mau cerita'," tambahnya.
Keterangan tersebut membuat pengunjung sidang tertawa, karena Kuat Ma'ruf berpikir demikian.
"Orang nggak ditanya, ya, kan?"tanya Hakim Wahyu.
"Iya," jawab Kuat Ma'ruf. ***
Share this article
Kuat Ma'ruf mengatakan dirinya menangis karena ditanya Ferdy Sambo terkait kesiapannya masuk penjara. Ia hanya bisa diam.