AYOJAKARTA.COM – Gempa bumi berkekuatan 5,6 magnitudo tidak hanya memporak-porandakan Cianjur, Jawa Barat dan hilangkan ratusan nyawa tapi juga mengakibatkan trauma hingga gangguan jiwa korban pasca gempa.
Kini sudah memasuki waktu 1 bulan setelah gempa Cianjur terjadi, namun daerah terguncang gempa masih belum pulih.
Banyak warga korban gempa Cianjur yang belum bisa kembali ke rumahnya karena kondisi yang tidak memungkinkan dan terpaksa masih mengungsi.
Berdasarkan pemeriksaan dari Dinas Kesehatan, ditemukan puluhan pengungsi yang mengalami gangguan jiwa. Bahkan 21 orang dinyatakan mengalami gangguan jiwa berat.
Dinas Kesehatan hadir di pengungsian korban gempa untuk memberikan energi positif untuk upaya menghilangkan trauma yang dialami sebagian korban.
Para korban ini terpaksa masih berada di pengungsian sejak gempa yang terjadi pada 21 November 2022 lalu. Mereka yang mengungsi adalah orang-orang yang kehilangan tempat tinggal.
Baca Juga: Gempa Cianjur Masih Saja Terjadi Meski Dalam Skala Magnitudo Rendah (21 Desember)
Gempa yang diakibatkan dari pergerakan Sesar Cugenang ini berdampak pada kerusakan rumah dari mulai rusak ringan, rusak sedang, hingga rusak berat yang mengakibatkan rumah rata dengan tanah dan tidak bisa lagi ditinggali.
Sedikitnya terdapat 61 pengungsi dari 16 kecamatan yang mengalami gangguan mental emosional pasca gempa.
21 orang di antaranya mengalami gangguan jiwa berat. Bahkan terdapat 3 orang yang bergejala serius hingga harus dirujuk ke rumah sakit jiwa.
Baca Juga: BREAKING NEWS! Baru Kemarin, Kini Cianjur Diguncang Gempa Bumi Lagi, BMKG Laporkan Berkekuatan M2,1
“Iya benar kang,” tutur Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur Irvan Nur Fauzi pada AyoBandung.com, Jumat, 23 Desember 2022.
Irfan menyampaikan bahwa akan ada penanganan berupa intervensi untuk membuat keadaan menjadi lebih baik.
Intervensi ini nantinya bisa dilakukan oleh komunitas maupun individu, menyesuaikan dengan tingkat keseriusan gangguan mental yang dialami korban.
Irfan menyebutkan gangguan mental emosional yang ada dialami oleh warga yang berusia 20-50 tahun.
Baca Juga: Gempa Kembali Mengguncang Kabupaten Cianjur Dengan Kekuatan 2,5 SR
Korban yang mengalami gangguan jiwa diberikan terapi dan juga obat oleh Dinas Kesehatan dengan tujuan untuk memperbaiki kondisi mentalnya.
Selain memberikan obat dan terapi, Dinas Kesehatan juga melakukan pengawasan langsung melalui tim kesehatannya.
Selain dampak luka fisik para korban gempa Cianjur dapatkan, ada pula dampak pada kondisi mental korban yang harus segera ditangani.***

Share this article
Puluhan korban gempa bumi di wilayah Cianjur, Jawa Barat yang terjadi beberapa waktu lalu alami trauma hingga gangguan jiwa.