AYOJAKARTA.COM--Baru-baru ini publik dibuat geger atas dugaan adanya uang sebesar Rp100 triliun di rekening Yosua.
Hal ini menjadikan pertanyaan besar, apakah benar adanya uang tersebut atau seperti yang diungkap oleh pihak BNI.
Sebelumnya pihak BNI mengungkapkan bahwa nominal yang hampir mencapai Rp100 triliun ini merupakan nilai pemblokiran atau penghentian sementara transaksi dengan nominal angka maksimum.
Adanya pemberitaan tersebut membuat Pakar Telematika yaitu Abimanyu Wachjoewidajat atau biasa dipanggil Abah ini ikut berkomentar.
Dikutip AyoJakarta.com melalui unggahan video TikTok @abwach pada Kamis (22/12/2022), Abimanyu mengungkapkan tidak akan membahas mengenai isu di masyarakat tetapi akan membahas secara digital.
“Saya tidak akan membahas mengenai isunya benar atau tidak, saya ingin mengungkapkan secara digital aja mengenai hal ini wajar atau tidak wajar di sini,” ujar Abah.
Baca Juga: Heboh Misteri Uang di Rekening Brigadir Yosua Jadi Sorotan Publik, Nominalnya Fantastis!
Abah menjelaskan alasan hanya membahas dari segi digital saja yaitu dikarenakan telematika tidak pernah mengacu kepada benar atau salah.
Tetapi mengungkapkan saja suatu isu agar lebih terbuka pikirannya.
Secara digital, nilai 100 triliun kurang 1 menurut Abimanyu merupakan format dasar mengenai maksimum value dan field length yang bisa dimasukan kedalam suatu entri.
Menurutnya itu yang mungkin ada untuk bisa disimpan dalam fiend tersebut, untuk angka biasa, untuk nilai suatu nominal, nilai besaran, atau nilai apapun.
Ia juga mengatakan bahwa dari pandangan PPATK menjelaskan tidak ada transferan sebesar itu. Abah membenarkan hal tersebut.
Menurut Abah, memang tidak ada nominal transaksi langsung sebesar itu, tetapi bisa jadi transaksinya secara bertahap.
Baca Juga: Misteri Kekayaan Ferdy Sambo: Punya Koleksi 6 Mobil Mewah dengan Total Harga Mencapai 10 Miliar!
Abimanyu menyampaikan ada yang lucu dari pernyataan dari BNI yang mengutarakan bahwa mengenai berita penghentian sementara itu maka angka yang dicantumkan adalah angka maksimum.
Menurutnya itu hal aneh, karena bisa saja menyembunyikan saldo yang sebenarnya milik seseorang.
“Bayangkan BNI mencantumkan nama yang benar, tanggal lahir yang benar, alamat yang benar, dan segala status nomor rekening adalah yang benar,” ujar Abah.
“Yang nggak bener hanya nilai rekeningnya dibuat maksimum, ini malah BNI menyembunyikan suatu saldo yang sebenarnya milik seseorang,” tambahnya.
Bila nantinya rekening tersebut dibuka kembali pemblokirannya maka tidak ada yang tahu nominal awal sebelum pemblokiran dilakukan.
Bisa jadi ada pengurangan nilai dari saldo rekening tersebut karena di awal telah ditetapkan nilai maksimum dalam pemblokiran rekening tersebut.
Baca Juga: Kabar Gembira! KemenPANRB Buka 49 Lowongan PPPK, Daftar Segera di sscasn.bkn.go.id
“Bila bank menutupi angka saldo yang real bisa menimbulkan prasangka jangan-jangan saldo aslinya kemudian dikurangi,” tuturnya.
“Masalahnya kalau sekarang sama setelah diblokir dibuka kembali kan nilai realnya angkanya harus real seperti apa adanya,” tambahnya.***

Share this article
Geger adanya dugaan uang Rp 100 Triliun di rekening Brigadir Yosua namun dibantah perbankan, pakar telematika buka suara