AYOJAKARTA.COM - Dalam acara rapat koordinasi Pengelolaan Pendapatan Belanja Daerah Se-Indonesia di Pekanbaru, Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil mengungkapkan kekesalan kepada Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Lucky Alfirman.
Dimana Muhammad Adil ini ngamuk dan menyebut pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebagai iblis gara-gara Dana Bagi Hasil (DBH) Migas yang dinilai tidak adil. Kemudian pernyataannya tersebut pun menjadi viral di media sosial.
Muhammad Adil menilai pengalokasian dana bagi hasil atau DBH migas yang dinilainya tak adil dan transparan.
Baca Juga: 4 Bantuan 2023 yang Diterima Pemilik BPJS KIS Cek di Sini!
“Di Riau ini mungkin kami paling banyak sekarang di bornya. Tapi pertanyaannya mengapa duit kami tak dikembalikan,” kata Adil di hadapan Staf Kemenkeu, Lucky yang jadi narasumber seperti dilihat di live streaming YouTube Diskominfotik Riau, Sabtu (10/12/2022).
Tak hanya itu, Adil juga mengancam bahwa Kabupaten Meranti akan membelot ke Malaysia.
“Jika bapak (Presiden Jokowi) tidak mau urus, kasihkan kami ke negeri sebelah (Malaysia),” lanjutnya.
Kemudian sosok Bupati Meranti tersebut banyak dicari tentang biodata serta karirnya hingga berani blak-blakan memberi sindiran tajam di depan anggota Kemenkeu. Berikut profil bupati Muhammad Adil.
Mengutip tayangan Youtube suara.com, Muhammad Adil, merupakan politikus asal Riau kelahiran 18 April 1972. Sebelum menjabat sebagai Bupati Meranti, Muhammad Adil banyak berkiprah di sejumlah organisasi, yakni dari organisasi olahraga seperti Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia dengan menjabat sebagai penasihat hingga Ketua Umum.
Untuk pendidikannya Muhammad Adil menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister di Universitas Lancang Kuning, Pekanbaru, Riau.
Ia menempuh pendidikan S1 di perguruan tinggi tersebut dan lulus pada tahun 2007 silam. Adil juga melanjutkan S2nya di perguruan tinggi yang sama pada 2022.
Baca Juga: Pernyataan Kontroversial Bupati Meranti Menjadi Sorotan Publik Lantaran Kecewa Pada Kemenkeu
Lalu, Adil juga terjun ke dunia politik dan bergabung dengan Partai Hanura sampai 2018. Beberapa waktu kemudian, Adil hijrah ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada tahun yang sama dengan keluarnya dari Hanura.
Kiprah Adil di dunia politik terbilang memiliki jam terbang yang panjang, Muhammad Adil menapaki karier politiknya dengan menjadi anggota DPRD Bengkalis pada 2009. Karier politiknya terus moncer hingga terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti pada 2009-2014.
Selanjutnya, Adil mewakili PKB menjadi Anggota Komisi V DPRD Provinsi Riau sejak 2019 hingga 2020. Tak lama setelah itu, ia pun maju sebagai calon Bupati Kepulauan Meranti periode 2021-2024. Dia pun menang dan terpilih menjadi Bupati Meranti.***

Share this article
Muhammad Adil menilai pengalokasian dana bagi hasil atau DBH migas yang dinilainya tak adil dan transparan.