AYOJAKARTA.COM - Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur terus mengalami erupsi berupa awan guguran yang meluncur ke sisi tenggara hingga minggu siang.
Jarak luncur awan panas yang terpantau jauh hingga saat ini masih berlangsung dan terus bertambah jauh.
Awan terpantau dari Dusun Kajar kuning, Desa Sumberwulu, Kecamatan Candipurwo Lumajang guguran terus meluncur deras.
Dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube tvOneNews bahwa sejumlah warga masih memantau arah luncur awan guguran panas ini sebagai upaya kewaspadaan.
Dari pantauan Tim tanggap darurat gunung api Semeru, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) luncuran awan panas guguran terekam dengan jarak luncur 7 kilometer ke arah besuk kobokan.
PVMBG mengantisipasi penambahan jarak luncur jadi 8 kilometer dan status Semeru masih belum berubah alias masih berstatus siaga.
Baca Juga: Tepat Setahun Erupsi, Kini Semeru Kembali Bergejolak: 4 Desember 2021-2022
Namun PVMBG menghimbau agar warga menjauh dari sekitar besuk kobokan yang merupakan arah dari luncuran awan panas guguran.
Dikutip Ayojakarta.com melalui laman resmi BNPB bahwa karakter letusannya, Gunung Semeru ini bertipe vulkanian dan strombolian yang terjadi 3 – 4 kali setiap jam.
Karakter letusan vulkanikan berupa letusan eksplosif yang dapat menghancurkan kubah dan lidah lava yang telah terbentuk sebelumnya.
Baca Juga: Erupsi Gunung Semeru Sudah Sampai 17 Km, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Minta Warga Menjauh
Sementara, karakter letusan strombolian biasanya terjadi pembentukan kawan dan lidah lava baru.
BNPB melaporkan status Gunung Semeru saat ini berada pada level II atau 'waspada'.
Sehingga masyarakat dihimbau untuk berjaga jarak atau tidak beraktivitas di area terdampak material awan panas karena dipantau untuk saat ini suhunya masih tinggi.
Potensi adanya luncuran di sepanjang lembah jalur awan panas besuk kobokan juga perlu diwaspadai.
Ancaman lahar di alur sungai atau lembah yang berhulu di gunung Semeru juga turut menjadi perhatian agar masyarakat lebih waspada mengingat banyaknya material vulkanik yang sudah terbentuk.
Sejauh ini BNP terus memantau dan berkoordinasi dengan BNPB setempat untuk mengantisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya dan dalam penanganan darurat erupsi Semeru ini.***

Share this article
Erupsi Gunung Semeru masih terjadi, kini luncurkan awan panas guguran hingga 8 kilometer, warga diminta waspada.