AYOJAKARTA.COM - Baru-baru ini Instansi Kepolisian menjadi sorotan publik.
Setelah adanya kasus pembunuhan Brigadir J, beberapa kasus lain yang menyeret nama besar Instansi Kepolisian mulai terbongkar.
Instansi Kepolisian seyogyanya tentu menjadi tempat paling aman bagi masyarakat karena seharusnya mengayomi dan melindungi.
Baca Juga: Mulianya Brigadir J, Samuel Hutabarat Buka Suara Soal Uang Bulanan dari Yosua, Ternyata Untuk Ini
Namun akhir-akhir citra Instansi Kepolisian dinilai kurang baik oleh masyarakat setelah banyaknya kasus yang melibatkan oknum Polisi.
Dikutip AyoJakarta.com dari akun TikTok @eradotid pada Minggu (27/11/22), membagikan informasi terkait kebobrokan Institusi Polri.
Seperti yang diketahui kematian Brigadir J menyeret banyak anggota Polri, dari yang baru memiliki pangkat rendang hingga pangkat bintang.
Setelah kasus Ferdy Sambo, muncullah kasus Konsorsium 303, dimana markas judi online tersebut berdekatan dengan Mabes Polri.
Baca Juga: Undangan Pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono Beredar di Media Sosial, Cek Faktanya!
Kemudian muncul adanya kasus dugaan jual beli barang bukti Narkoba. Dimana kasus tersebut melibatkan Irjen Teddy Minahasa.
Kasus ini juga banyak menyita perhatian publik karena yang bersangkutan baru saja ditunjuk menjadi Kapolda Jawa Timur (Jatim).
Belum lama dipercayai menjadi Kapolda Jawa Timur (Jatim), Irjen Teddy Minahasa malah terseret kasus dugaan jual beli barang bukti Narkoba.
Lalu kasus yang belum lama terkuak yakni perkara tambang ilegal di Kalimantan Timut (Kaltim) oleh Ismail Bolong.
Baca Juga: Cek Fakta! Soal Rekening Rp 100 Triliun Brigadir J, Terungkap Ini Penjelasan Lengkap dari PPATK
Ismail Bolong mengaku telah menyetor uang miliaran rupiah ke sejumlah perwira tinggi.
Kabarnya Komjen Agus Adrianto terseret dalam kasus tambang ilegal ini.
Bahkan Ferdy Sambo mengaku pernah menanda tangani dokumen LHP Mabes Polri soal tambang ilegal.
Setelah Ferdy Sambo buka suara, barulah pada 24 November kemarin, Hendra Kurniawan mengiyakan bahwa Komjen Agus terlibat dalam kasus Ismail Bolong.
Baca Juga: Begini Cara Baca Chat WA yang Telah Dihapus dengan Mudah
Namun Komjen Agus Adrianto mengelak tudingan tersebut dan malah menganggap bahwa Ferdy Sambo melempar batu untuk pengalihan isu.
Anehnya setelah adanya kasus Ismail Bolong yang mencuat ke publik, kabarnya ruang Baintelkom Mabes Polri kebakaran dua kali.***

Share this article
Setahun belakangan ini kasus-kasus yang menyeret nama polisi dan polri cukup banyak. Tercium aroma perang bintang dalam kebobrokan polri