AYOJAKARTA.COM - Kasus kematian satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat menimbulkan banyak spekulasi publik.
Masyarakat semakin meragukan dugaan kematian para korban akibat kelaparan melainkan karena terpapar paham apokaliptik.
Hal ini kemudian diperkuat dengan penjelasan dari kriminolog Universitas Indonesia (UI), Adrianus Eliasta Meliala.
"Jadi mungkin mirip dengan kelompok yang mati massal di Guyana. Atau yang melakukan sesajian massal di pinggir laut dan malah disapu ombak semua. Karena kematian adalah tujuan akhir, maka mereka tidak takut," ujar Adrianus melalui Suara.com, Senin (14/11/2022).
Dikutip Ayojakarta.com dari laman YouTube tvOneNews (14/11/2022), apokaliptik adalah keyakinan seseorang atau kelompok orang untuk menghadapi kehancuran dunia atau kiamat.
Thomas Sunaryo seorang kriminolog menjelaskan bahawa paham apokaliptik tidak eksis di Indonesia.
Namun dirinya akan mengaitkan dengan paham-paham serupa yang ada di Indonesia.
Altruistik Suicide
Paham pertama adalah Altruistik Suicide yaitu keyakinan di dalam suatu kelompok yang kuat, misalnya di dunia militer dan teroris.
"Di dalam perang sering kali, waktu perang dunia atau perang- perang yang lain, itu tentara dibekali dengan racun, kalau dia ketangkap dia makan," papar Thomas.
Thomas juga menambahkan bahwa paham ini pernah terjadi di Indonesia pada saat perang puputan di Bali.
Egoistic Suicide
"Egoistic Suicide adalah bunuh diri untuk menghukum orang lain atau dia menunjukan sesuatu pada orang lain misalnya orang patah hati," jelas Thomas.
Baca Juga: Paham Apokaliptik dan Dugaan Sekte Sesat di Balik Kasus Kematian di Kalideres
Anomic
"Anomic adalah ketika ikatan-ikatan sosial baik dengan keluarga, dengan masyarakat sekitar, semua interaksi sosial dia tidak perlu lagi," ucap Thomas.
Thomas menyimpulkan bahwa kasus di Kalideres ini kemungkinan gabungan antara ketiga paham tersebut.
"Jadi kemungkinan kombinasi antara ketiga itu," papar Thomas.
Menurutnya kondisi sosial masyarakat, kejahatan yang bermacam-macam membuat penganut paham tersebut mengira bahwa kiamat sudah dekat.
Kemudian keteguhan diri untuk mengakhiri hidup dan bahkan mengajak anggota keluarga lain untuk melakukannya dikatakan Thomas bisa saja terpengaruh oleh buku-buku yang multitafsir.
Hal ini berdasarkan penemuan beberapa buku pada Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang kini diamankan oleh pihak kepolisian.
Namun sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari Kepolisian.***

Share this article
Berikut ini hubungan antara kasus Kalideres dengan paham apokaliptik menurut kriminolog Thomas Sunaryo.