AYOJAKARTA.COM - Persidangan kasus kematian Brigadir Joshua yang berjalan hampir satu bulan masih belum banyak menemukan titik terang.
Barisan di kubu Ferdy Sambo masih bertahan dengan isu pelecehan seksual yang dilakukan oleh Brigadir Joshua.
Sementara kuasa hukum keluarga Brigadir Joshua masih bersikukuh dan penuh semangat menyangkal tuduhan tersebut.
Baca Juga: Semua Kena Prank! Irfan Widyanto Terseret Skenario Ferdy Sambo yang Hampir Sempurna
Sejumlah kesaksian yang diberikan oleh para ajudan, asisten rumah tangga serta barisan pendukung Ferdy Sambo seperti belum berhenti menebar opini.
Sosok pribadi dari Brigadir Joshua-pun tidak luput dari tudingan, sehingga menjadikan sudut pandang publik terhadap mendiang Joshua mengalami pergeseran
Hasilnya, mendiang Joshua adalah sosok pribadi yang keras kepala, susah diatur, kurang disiplin serta tempramental.
Selain itu, Joshua juga sering berburu perempuan untuk dijadikan sebagai pelampiasan hasrat pribadinya.
Bukan hanya tempramental dan hiperseks, sosok Brigadir J juga senang dengan dunia gemerlap dan minum-minuman keras.
Selain hal-hal negatif tersebut, dalam salah satu kesaksian juga ada pernyataan bahwa almarhum Brigadir J memiliki Multiple Personality Disorder atau berkepribadian ganda.
Demikian ujar ART Susi, Damianus Laba Kobam atau Damson, Daryanto atau Kodir dan saksi lain sewaktu memberikan kesaksian di persidangan.
Dengan kesaksian tersebut, citra baik mendiang Brigadir J di mata keluarga lantas menjadi bahan pertanyaan masyarakat.
Dalam kesempatan lain, Martin Lukas Simanjuntak selaku kuasa hukum keluarga menyayangkan pernyataan para saksi yang dianggap terlalu mengada-ada.
Berbeda dengan pendapat Martin, salah seorang ahli psikolog forensik yang merupakan orang pertama di Indonesia peraih gelar Master Psikologi Forensik, ikut berkomentar.
Adalah Reza Indragiri Amriel, S.Psi, M.Crim yang memberi tanggapan berbeda dengan sudut pandang keilmuan pribadinya.
Menurut Reza Indragiri, jika yang dikatakan para saksi itu benar, maka bisa dipastikan bahwa Brigadir J adalah korban pelecehan, bukan pelaku.
Baca Juga: CEK FAKTA: Ferdy Sambo Meninggal, Putri Candrawathi Syok Baca Surat Wasiatnya
Sebab, seorang korban pelecehan akan memiliki ciri-ciri sebagaimana yang sudah dikatakan dengan jelas oleh para saksi.
Hal ini sangat memungkinkan terjadi, sebab posisi Brigadir J adalah submisi atau orang yang tidak berdaya, dan ia melampiaskannya dengan sikap-sikap yang disebutkan saksi.
“Jika Brigadir Joshua adalah korban kekerasan seksual, maka jaksa perlu mendalami kembali siapakah sebenarnya yang menjadi pelaku sesungguhnya,” ujarnya.
Baca Juga: Ferdy Sambo Dikabarkan Meninggal, Putri Candrawathi Syok Baca Wasiatnya, Ini yang Sebenarnya Terjadi
Reza Indragiri tidak mudah mempercayai, kalau motif tewasnya Brigadir J adalah karena pelecehan, perlu ada investigasi balistik dan metalurgi lebih mendalam.
Demikian jelas Reza Indragiri Amriel seperti dikutip Ayojakarta.com dari kanal Youtube Uncle Wira pada 15 November 2022. ***

Share this article
Menurut psikolog forensik Reza Indragiri, jika yang dikatakan para saksi benar, maka bisa dipastikan Brigadir J adalah korban pelecehan.