AYOJAKARTA.COM - Sidang pembunuhan berencana Brigadir Yosua yang digelar pada Senin 7 November 2022 telah selesai sekitar pukul 14.00 WIB.
Di akhir persidangan tersebut, kuasa hukum terdakwa Bripka Ricky Rizal melakukan sesi tanya jawab dengan wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Banyak fakta menarik yang dikemukakan kuasa hukum Ricky Rizal.
Antara lain tentang tugas utama Ricky Rizal untuk menjaga anak Ferdy Sambo hingga uang operasional rumah tangga Putri Candrawathi yang fantastis.
Baca Juga: Misteri Sarung Tangan Hitam yang Digunakan Ferdy Sambo Diungkap Ajudan Romer Dalam Persidangan
Berikut rincian fakta yang diungkap kuasa hukum Ricky Rizal.
1. Saksi Sidang Tanggal 7 November 2022
Sejatinya persidangan tersebut direncanakan untuk menghadirkan 12 orang saksi.
Namun ternyata sidang telah ditutup dengan kehadiran lima orang saksi.
Kelima saksi tersebut adalah:
1. 2 orang petugas swab,
2. 2 orang petugas telekomunikasi Telkomsel dan XL,
3. 1 orang sopir ambulans.
Terkait dengan saksi yang tidak hadir, kuasa hukum Ricky Rizal mengungkapkan pernyataan berikut ini.
"Kalau saya, kita lihat saja nanti. Pasti kalau ada yang memberatkan Eliezer, atau yang memberatkan Ricky ada BAP, kalau dia nggak datang ya kita minta supaya dipaksa dia nanti harus datang," ungkapnya.
2. Tugas Keseharian Ricky Rizal adalah Menjaga Anak Ferdy Sambo di Magelang
Erman Umar, demikian nama Kuasa Hukum Ricky Rizal, menyebutkan jawaban pertanyaan mengapa kliennya tidak melakukan PCR.
Hal ini dikarenakan tugas sehari-hari Bripka Ricky Rizal Wibowo adalah menjaga dua anak Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di Magelang.
"Memang sehari-hari tugasnya (RR) adalah menjaga anak Pak Sambo itu di Magelang, dua orang, satu(anak) kelas 3, satu (anak) kelas 1", jelasnya.
Dijelaskan bahwa Putri Candrawathi merasa kurang enak badan sehingga meminta Ricky Rizal mengantarnya ke Jakarta.
Ricky Rizal dan Kuat Maruf saat itu direncanakan akan segera kembali ke Magelang sehingga tidak melakukan tes PCR di Jakarta seperti yang dilakukan almarhum Yosua.
3. Ricky Rizal Tidak Keberatan Menjalani Sidang Bersama Richard Eliezer
Fakta lainnya yang Erman Umar kemukakan adalah bahwa Ricky Rizal tidak keberatan bila harus satu ruangan dengan Richard Eliezer.
"Saya merasa kita masih punya kemampuan untuk fokus, untuk kira-kira tidak terganggu", ujarnya.
4. Para Ajudan Ferdy Sambo dibekali Uang Operasional dengan Jumlah Fantastis
Mengenai tudingan bahwa uang pada rekening almarhum telah dipindahkan oleh Ricky Rizal ke rekeningnya, Erman menyatakan bahwa itu adalah dana operasional.
"Itu, itu kan ngak perlu, artinya belum bisa kita buka", ungkapnya.
"Ini yang perlu saya sedikit catatan, bahwa uang yang ada di rekening, baik Yosua maupun Richard, maupun siapa, si Ricky, itu mereka disiapkan rekening, tapi rekening dikuasai oleh, karena itu duit anu duit tugas," lanjutnya.
"Dia misalnya ajudan, misalnya Yosua mengurus rumah di Jakarta, rumah Saguling dan rumah Duren Tiga, itu dia (di)kasih dana untuk kebutuhan rumah tangga itu. Jadi kalau pengambilan duit, dia ada perintah, itu biasanya untuk Si Putri itu," tambahnya.
"Begitu juga Yosua setelah meninggal kan, kan berarti dana masih ada sisa, itu kan dana rumah tangga Jakarta, setelah itu ya mungkin kita nggak tahu detail nya, diminta lah si Ricky, tolong pindahkan. Itu kan duit ini, duit untuk kepentingan tugas, selama dia bertugas," pungkasnya.
Erman menambahkan bahwa dia membuka sedikit fakta tersebut karena sebelumnya statement itu sudah pernah dilemparkan.
Seperti diketahui, besar nominal dana yang diduga dipindahkan Ricky Rizal dari rekening Yosua setelah meninggal adalah Rp 200 juta.
Ini artinya bila yang dikatakan kuasa hukum Ricky Rizal benar, maka satu orang ajudan saja dapat memegang uang operasional rumah tangga Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi hingga sebesar Rp 200 juta.***

Share this article
Berikut pernyataan kuasa hukum Ricky Rizal yang mengungkap besarnya uang operasional para ajudan Ferdy Sambo.